selamat malam,

November 6, 2009

the melting light

the melting light

dari pinggir jendela di ruang laboratorium lantai empat,

mengintip sederet cahaya di luar yang terpantul,

kuning.

merah.

putih.

biru?

.

.

susah payah mencoba

mencari tanda tanda kehadiranmu diantaranya.

sia sia?

.

selamat pukul tujuh di jumat malam yang tenang.

.

.

kamu apa kabar?

banyak tersenyum hari ini?

belum ada,

November 5, 2009

tidak ada yang luar biasa dari pertemuan kita pagi itu.  selain aku yang bangun terlalu pagi dan terlalu bersemangat datang ke kampus.  baru pukul enam lebih dua puluh, dan aku memutuskan untuk duduk di depan gerbang ganesha,ditemani enam biji gorengan, aqua dingin dan sebatang rokok.

.

tidak ada yang luar biasa dari pagi itu. selain aku yang sedikit kesiangan. sudah seminggu terakhir aku disibukkan oleh proyek pribadi ini.  memotret seorang bapak tua yang selalu melintas di jalan ganesha sambil mendorong gerobaknya perlahan, tepat pukul enam pagi. tidak kurang,tidak juga lebih.  dan akhirnya aku memutuskan untuk duduk saja. ditemani dua tangkup roti yang dibawa dari kosan dan sebotol aqua sisa kemarin yang masih tersimpan.

.

tidak ada yang aku harapkan dari sarapan yang terlalu pagi ini. hanya menunggu sampai pukul tujuh datang. kuliah pertama semester ini, mata kuliah umum dengan jumlah peserta sebanyak jamur di musim penghujan.  tapi aku kemudian melihat kamu. duduk mengunyah roti dengan raut muka sedikit kusut. kameramu tergeletak begitu saja disebelah. sungguh saat itu pun tidak ada yang luar biasa yang muncul di hati. aku bukan tipe yang percaya jatuh cinta pada pangangan pertama. maaf saja. kamu pun tidak terlihat luar biasa saat itu, selain mulutmu yang manyun saat mengunyah roti, dan kamu yang terlihat kecil atau sweater merah kamu yang terlalu besar?

.

aku mengunyah roti sambil manyun. dua tangkup roti coklat belum cukup untuk mengobati kekecewaanku tidak bisa memotret si bapak tua. padahal semalam sudah aku pikirkan kata-kata untuk menyapa. belum berjodoh sepertinya. aku melamun menunggu pukul tujuh datang. kuliah perdana semester ini. mata kuliah umum dengan jumlah peserta ratusan. dosen favorit. aku merasa tidak ada yang luar biasa pagi itu. termasuk kamu yang kepedasan mengunyah gorengan dengan mulut berminyak yang duduk di seberang.

.

.

.

saat itu aku belum tahu bahwa butuh setengah semester untuk tahu nama lengkapmu, satu semester untuk menyapa dan satu semester berikutnya untuk bisa mengobrol dan membuatmu tertawa.

.

sampai saat ini aku masih saja bertanya tanya. seperti apa awal perkenalan kita. bagaimana saat ini kamu menjadi luar biasa. lima tahun berlalu sejak  pertemuan kita. dan semakin lama kamu semakin mengambil tempat terbesar di hati. maaf jika aku tidak pernah bilang sebelumnya. bukannya sok berahasia. tapi saat itu kamu sudah ada yang punya dan aku bersama dia.

.

***

.

masih jelas sekali dalam kepala bagaimana sore itu berlalu. sekitar satu bulan sesudah aku melihatmu di gerbang ganesha pagi itu. entah bujukan dari siapa yang membuatku akhirnya memutuskan menonton pertandingan basket di campus center. padahal jelas jelas bukan tim dari jurusan yang bertanding.

“ceweknya kece kece Jun. anak plano ni yang main. elo harus nonton. ada kecengan gw”, provokasi salah seorang teman berstatus jomblo.

dan dengan suksesnya aku terbujuk rayuan. ikut saja menemani temanku bertemu sang pujaan. kami memilih duduk tidak terlalu jauh dari kumpulan anak anak plano yang berisik itu. sungguh. mereka berisik sekali.  teriakan nyaring para supporter yang hampir 70% nya wanita itu membuat kepalaku sedikit pusing. berada pada kumpulan mayoritas laki-laki selama hampir empat tahun ini membuat telingaku sedikit tidak tahan terhadap teriakan.

tiga puluh menit setelah pertandingan, aku tidak tahan lagi. aku pamit pada temanku, yang ternyata sudah tidak lagi peduli  pada pertandingan dan aku. mata dan pikirannya terpaku pada pujaan hati yang sedang semangat berteriak teriak mendukung jurusan.

“dasar sakit”, rutukku pelan.

aku memutuskan untuk berjalan ke depan,  mengambil uang karena persediaan di dompet sudah semakin menipis. dan kemudian aku melihatmu. berjalan di bawah jam sambil membawa tumpukan kertas  yang terlalu banyak. bukannya aku langsung mengenali kamu. tapi sweater merah yang terlalu besar itu yang mengingatkan aku pada cewek kecil dengan mulut manyun di gerbang ganesha.

“put. putri. putriiiii. ..”, teriakan nyaring itu membuat kamu menoleh dan tertawa. lucu.

‘jadi namamu putri’, catatku dikepala.

dan aku berlalu sambil memasang head set di telinga.

“it’s not like me to pretend, but i’ll get you. i’ll get you in the end. yes i will. i’ll get you in the end. oh yeah..”

.

.

sore ini aku sibuk seperti orang gila. membawa bertumpuk tumpuk buku dan laporan untuk diperiksa. terpaksa aku bawa pulang, karena besok sudah harus selesai pagi pagi sekali. untung saja temanku yang baik mau mengantar. tidak terbayang rasanya berjalan membawa beban seberat ini. kami berjanji pukul empat tepat di bawah jam. ini sudah setengah lima dan dia belum kelihatan ujung rambutnya. disaat aku sudah mau menyerah dan memilih berjalan saja, dia memanggil namaku.

“put.  putri. putriiiii..”, nyaring. dan aku tertawa lega


.

.

sore itu bukan awal perkenalan kita. kamu mungkin tidak sadar ada aku yang  memperhatikan kamu. cerita ini masih panjang. butuh dua bulan untuk akhirnya tahu nama lengkap dan jurusanmu. satu semester kemudian untuk menyapa dan membuatmu tertawa.

dan butuh lima tahun untuk kita bisa saling bercerita tentang apa saja. tanpa ada rasa sungkan apalagi enggan.  seperti sekarang.


where are you?

November 4, 2009

“I know you’re tired of waiting. And you may have to wait a little while more, but she’s on her way, Ted. And she’s getting here as fast as she can.”

(Stella, How i met your mother)

.


those are my favourite lines from How i met your mother. yup! i’ve been sticking my nose to that tv series. i’ve watched season 1 till 5 only in less than two weeks. quite amazing since i have many other things to do for my study.

but anyway, i still have time to watch it. ok! i admit it, not have the time, but steal the  ’suppose to do task and homework” time. but i am happy. watching how i met your mother always give me a good time. i can laugh outloud and forget about my problems for a while. watching ted, robin, marshall, lily and awesome barney is awesome!

sooo, here i came at the season 4 eps 23.  when stella said those words to ted.

those words just hit me. i mean, that is so true. all of us are always having this thought.

who is my ‘the one’?

where is she/he?

are we really made for each other?

when will i meet her/him?

how do i know that he/she is the one?

bla bla..

.

well, i believe that when it is about the time. we will meet anyway. the whole universe will unite to make it happen. and i am sure that we’ll  know  that we’re meant for each other.

you just feel it. you just know it.

.

.

 

hey you!
are you coming here as fast as you can?
i’ll just be here and wait, i guess.

untuk mereka,

November 1, 2009

untuk kepala,

yang semoga terus selalu bermimpi dan bercita cita..

.

untuk jiwa,

yang semoga tidak pernah lupa berterimakasih.

.

untuk mata,

yang semoga semakin berbinar..

.

untuk hati,

yang semoga semakin luas dan ikhlas..

.

untuk jemari,

yang semoga tidak akan lelah untuk menulis..

.

untuk sikap,

yang semoga selalu menyenangkan.

.

.

.

lalu,

untuk aku,

yang semoga selalu spesial

untuk kamu,

yang memang terlalu..

.

.

 

Ps:

sudah puas menyapa dunia?

welcome home then..

soontobetwentythree..

October 28, 2009

tahun kelima,

melewatinya jauh dari rumah,

tahun pertama,

melewatinya di negeri jauh.

.

ada aku, katamu.

.

aku mau kotak musik yang bisa diputar.

dengan sebaris puisi di tangan.

 

 

o wild,

October 24, 2009

bukan,

saya belum sejago itu buat nulis puisi berbahasa inggris.  heu. setelah mengobrol bersama teman tentang tulis menulis, dia meminta saya mencantumkan salah satu dari sekian banyak koleksi puisinya..

ah, teman saya satu ini memang lain dari pada yang lain. suka menulis. membuat lagu. bernyanyi ten2five dan merayu?. piss frat!

jadi begitulah, dan ini adalah salah satu puisinya.

.

O wild

I shall sell my soul as a substitute for either a blow of your breath or a smile of your face

but until the time end, your presence is still out of my way

To love or not to love,

To think or not to think,

To begin or not to begin

I promise that I wouldn’t say about what you are not willing to hear

I promise that the flower of faithfulness, cheer, and understanding will always bloom in my soul

as long as I am engaged to yours.

.


O wild

Tell me how to smile in the storm, keep warm in the hug of hurricane,

so i can be strong enough to fight the world

Tell me how to swim in the midst of turmoil, dive among all problems in the world

so that my heart will remain still like a rock

-efrat sadeli-

—- October 2008—-

see?

sekedar informasi efrat sadeli ini adalah seorang lakilaki.. hehe

dan laki laki yang suka menulis puisi biasanya pandai menari.. wikikik..

tetap rajin menulis ya pak..

menerima titipan dengan bayaran setimpal..

buat si cantik,

October 24, 2009

si cantik bermata lentik

si cantik bermata lentik

buat si cantik,

yang punya mata lentik,

jangan cepat besar ya.

pelan pelan saja.

jadi dewasa itu tidak enak..

banyak yang mau tidak mau harus kamu pikirkan..

mulai dari penampilan, pergaulan, dan omongan orang orang..

.

puas puas bermain.

mandi hujan. main becek. panjat pohon. lari lari.

nikmati masa kecil kamu sepuaspuasnya.

tidak usah buru buru mau jadi dewasa,

sok sok pinjam baju kakak atau mama.

nanti juga kamu akan merasa,

bagaimana rasanya menjadi dewasa,

.

.

I remember all the days
which have gone by
Years before now,
when I was a child.
We ran through the town,and held our hands.
We did all the things
which we had planned
Where has the childhood gone?
For thousand of times
we played down in the street
We had fun while we played
hide and seek.uh
We ran though the town
like we’ll never do anymore.
We did all the things we should ignore.


.

.

salam sayang selalu,

yosi (yang mau tidak mau harus mau jadi dewasa)

.,

October 19, 2009

.

.

.

.

life goes on,

and we move on.

.

.

bukan berarti melupakan,

apalagi saling membenci.

karena kenangan ini akan selalu ada.

sejelas kamu disana.

.

.

mengkristal,

karena mereka indah.

.

.

akan seperti apa kita delapan tahun kemudian?

apakah kamu akan jadi ayah? atau mereka hanya akan menjadi keponakan?

siapa yang tahu,

tapi aku tidak ingin kita hilang dan berlalu.

janji?

.

.

.

.

.

maaf,
aku memang terlalu

i’ll meet you there..

October 18, 2009

If we could sit together a moment and talk forever just to pass the time
I would smile as the shivers and chills run down my spine when your eyes are locked on mine

Oh , we’ll fill the metro skies with country air
And when you close your tired eyes, I’ll meet you there!
…I’ll meet you there

Deep inside of you there’s a ruby glow
And it gets brighter than you and I will ever know
There’s a rushing sound that surrounds us when we walk alone
And it’s everything we’ve never known

Wander down the street and I will be the pavement beneath your feet

If we could just be immobile for some time and finally figure out the way we feel
About the missing puzzle pieces and cloudy question marks that still look a bit surreal

Oh, I tend to disappear here and there
So concentrate and you’ll feel me everywhere
And we’ll fill the metro skies with country air
If you’re lost when you close your eyes, I’ll meet you there!
…I’ll meet you there
…You could be anywhere

Open your eyes and see everything you can be

.

.

.

entah harus merasa sedih atau lega..
.blank.
seperti kertas. kosong.tidak berasa.dari tadi yang aku lakukan hanya bengong sambil mendengarkan winamp. bukan. bukan lagulagu mellow. prambors top 40 dan owl city, yang rata2 lagulagunya beraliran techno.
.
.
.
.
terimakasih untuk semuanya.
semua yang tertulis tahuntahun kebelakang.
.
.
.
.
aku masih disini. tidak pergi apalagi menghilang. masih selalu berusaha ada.
mungkin dengan begini akan lebih baik untuk aku dan kamu.
siapa yang tahu.
kalau jodoh tidak kemana, bukankah?
dan kalau iya,
i’ll meet you there..


,

October 16, 2009

stop worrying to much things!

.

aku memang seperti ini..

aku juga tidak suka. berpikir yang anehaneh tentang kamu. kita. aku mau berakhir bahagia. aku mau kamu hanya untuk aku hanya untuk kamu.

tidak suka hatinya berdebar keras tapi bukan karena bahagia.

tidak suka kepalanya pusing tapi bukan karena senang.

.

.

.

ha

.m

maafkan,
untuk kegoisanku (lagi)

.

kamu sayang aku?