happy wedding

happy wedding

sahabat tersayang saya, Benadri M Benyamin dan Graceana Lanrikasandy akan menikah besok. dan saya sedih sekali tidak bisa ikut menyaksikan perjanjian diatas bumi dan langit keduanya diikrarkan.

saya tahu benar bagaimana perjuangan Ben di awal-awal merebut hati Encim, dipending setahun, sampai akhirnya sekarang mereka menikah.

“kalau memang jodoh, tidak akan kemana “

[saya percaya benar akan ini]

.

semoga berdua berbahagia selamanya

foto ini saya ambil ketika kami berlibur bersama 15 orang sahabat-sahabat tersayang lainnya di Cikelet.

Tulisan dan foto ini saya dedikasikan untuk kalian.

Semoga besok lancar perjanjian yang malaikat dan Tuhan pun ikut menyaksikan. Semoga lancar acara resepsi bertema fall nya. (padahal baju kembaran bersama sahabat sudah tergantung manis di lemari kamar di rumah. huks). maafkan saya tiak bisa hadir. tapi percayalah, teriring berkarung karung doa untuk kebahagiaan kalian.

semoga kalian berdua (akan) selalu berbahagia. juga anak-anak keturunan kalian nantinya.

Advertisements

partner in crime #2

“udah tau di Arkansas lebih dari seribu burung mati berjatuhan dari langit unts?”

“he? apa itu? belum bu. Kalo Aa Gym cerai aku tau”

“jiaah, eh tapi kalau itu aku juga baru tau tadi. dari tempo interaktif. headline nya nyempil di pojok kanan bawah. haha”

“hmm, ibu-ibu makin sedih”

“iya, fans si Aa semakin berkurang”

“hmm. kenapa ya bu?”

“yah, manusia unts. who knows. tidak bisa adil membagi cinta mungkin. halah”

“laki-laki sih ya. mudah bosenan”

“aku juga mudah bosenan”

“kau berpikir seperti laki – laki”

“wew”

“not a bad thing. it’s just, you. =D ”

“haha, iya juga sih. sometimes i think like a man”

“haha. keliatan dari selera berpakaian”

“astaga, akhir-akhir ini aku (agak) feminim loh unts. >_<”

duh, ini apa sih yang dibahas. haha. terimakasih ya untski. having a friend like u in my life is such a blessing.

partner in crime #1

meet my partner in crime. nastiti utami.

we share a lot of common interests. capturing and being captured, traveling, girl things, food, movies. well, not all of the movies actually, she loves to see bloody scenes. i mean the real one, like kick ass or saw or any movies that involve MANY bloods. or horror and thriller which i also love to watch if only there are more than 5 peoples around me. haha.

and recently, we do some kind of make-up experiment. we’ve just realized how important the make-up for (mature) woman is. =p. and thanks to youtube for the awesome-DIY-make up-tutorial.

I don’t need a friend who changes when I change and who nods when I nod; my shadow does that much better.
– Plutarch

postcard from netherland


the taste of fall

.

sahabat tersayang saya, si untski, yang sedang melanjutkan studi di tu delft, belanda, bercerita bahwa it’s officially fall there. dan dia memberi icip-icip seperti apa fall di sana. well, dengan tinggal di negara banci seperti taiwan (dalam hal musim), pemandangan dengan pohon-pohon menguning serta memerah dan daun daun berguguran adalah luarbiasa.

he took this pictures on the way home. it’s stunning! ah, jadi kangen luar biasa. it will be very nice if we could spend a sunny breezy windy fall afternoon sipping hot chocolate and cheese cake at one of the cafe while talking about everything like we used to do at bandung. hiks

.

Tainan heritage tour

Libur tahun baru China ini benar-benar hari-hari paling malas sedunia.  Ditambah lagi suhu yang tiba-tiba turun menjelang hari H tahun baru. Yang sebelumnya matahari sudah tidak malu-malu lagi bersinar, tiba-tiba tertutup mendung seharian ditambah bonus gerimis dan angin dingin yang cukup membuat badan menggigil. Membuat nafsu makan meliar dan membuas. karenanyalah, daripada lemak-lemak semakin menumpuk di pinggang dan pipi, kami memutuskan untuk bersepeda (lagi)  mengelilingi kota. Setelah sehari sebelumnya sukses mengayuh sepeda ke pantai Anping, tema kali ini adalah Heritage Tour.

Tainan merupakan kota terbesar ke-4 dan merupakan ibukota Taiwan sebelum akhirnya dipindah ke Taipei. Dikenal sebagai historic city yang terkenal akan kuil dan historical relicsnya.

Berbekal buku Lonely Planet edisi Taiwan, tim ekspedisi (saya, mas tsul, nando, dek yani, ika dan widha) memulai perjalanan pukul setengah sembilan lebih setelah terlebih dahulu diawali dengan insiden kesiangan (-_-!, maapkan saya si keboo. huks).

kitab tidak suci sebagai pegangan!

.

Check point pertama adalah Small city God Temple. Sesuai namanya, Kuilnya cuma seumprit. Letaknya di pinggir jalan. Pas kita sampai di sana ada Ibu yang jagain, tapi dia cuma bengong liat kita yang malah sibuk poto-poto. Heu. Maafkan kami si anak nakal ya Bu!

Karena sekarang adalah taun baru, maka banyak dupa yang dibakar (eh, apa emang tiap hari ya? Ga tau juga. Ini mah sotoy) dan sesajen seperti buah-buahan dan makanan ringan. Tergoda sebenarnya. Ditambah lagi perut-perut kami yang keroncongan karena belum sarapan.

.

destination #1: Small city God Temple

.

Pohon di tepi jalan persis di seberang Kuil. Bunganya cantik sekali. Mengingatkan saya pada pohon yang ada di depan Comlabs dan sekitarnya. Well, Spring is really coming!

Bunga cantik di tepi jalan

.

Perjalanan dilanjutkan ke check point #2, yaitu Fahua Temple. Terletak di jalan Fahua nan sempit. Tadinya kami sempat tidak yakin, karena jalannya benar-benar kecil. Sudah ingin berbalik arah, sampai akhirnya saya menemukan kuil ini. Didepan kuil terdapat pohon beringin segede gaban yang membuat kuil terlihat teduh (seram lebih tepatnya. heu)

Di dalam kuil terdapat patung Budha guede dari kuningan, apa tembaga, atau malah emas?

destination #2: Fahua Temple

.

Destination #2: Fahua Temple

.

ah, dan tahun ini tahunnya macan kan ya?

the tiger

Begitu sampai di Fahua Temple, gerimis menyapa menambah dinginnya udara. Akhirnya diputuskan untuk berteduh sebentar sambil membuka perbekalan. Onigiri seharga 25NTnya 7-11 pun mulai dimakan. Hen hao chi!

.

baseball stadion

Ditengah perjalan, akhirnya saya menemukan stadion baseball! Nanti kalau new season sudah dimulai, harus menonton!

.

Akhirnya sampai juga di Five Cuncubine Temple. Halamannya luaaasss sekali dengan kuil utama yang hanya sepetak saja. Halamannya dipenuhi pohon dan bunga. Cantik!

Destination #3: Five Comcubine Temple

.

the entrance

.

tempat bakar-bakar

.

Restaurant dan gereja di depan South Gate. Kata Widha, di restaurant ini makanan disajikan ala Prancis, lengkap dengan pemain biolanya. 1300 NT saja per orang. (Saya siap jadi korbannya kok Wid. heu)

the curch and the restaurant

.

Tidak terlalu banyak yang bisa dilihat di Great south gate. Hanya berupa gate dengan 2 meriam kecil yang entah asli atau replika. Tapi pasar anggrek di sebelahnya benar-benar cantik. (Jadi teringat Ibu dengan anggrek kesukaannya)

destination #4: Great south gate

.

dan akhirnya tibalah kami di tujuan paling utama, The Confucius Temple. Merupakan salah satu kuil Confucius paling tua di Taiwan. Sebenarnya untuk masuk ke kompleks ini tidak dipungut biaya, namun untuk melihat bangunan dan semacam museum tempat peninggalan Confucius dan murid-muridnya, dipungut biaya 150 NT. Tapi, karena kita punya kartu sakti (KTM nya NCKU) kita masuk gratis tis. Yay!

 

Destination #5: Confucius Temple

.

Altar

.

nama orang-0rang besar di jamannya (meureun, heu)

.

the lamp

Hari itu ramai sekali di sana. Mungkin karena libur dan semua orang ingin berziarah. Halah.

.

Check point terakhir adalah National Taiwan Museum of Literature. Bangunannya sungguh cantik sekali. Dibangun pada awal abad ke 19 oleh arsitek Jepang.

destination#6: Literature museum

.

hugging?

.

the whole museum (maketnya)

.

inside the museum

.

sedinding buku

Ingin punya yang seperti ini! Sedinding penuh buku.

.

sedinding buku

.

inside the museum

Pada kunjungan kali ini, saya hanya sanggup menjelajah satu lantai. Lain kali saya akan kesini lagi. Tunggu saja.

.

fell the same way!

Hari semakin siang dan sudah saatnya pulang!

.

.

and this is the team!

the team pleus dek yani sebagai fotografer

.

dan ini rutenya

 

the path

.

bike to Anping

Di Minggu pagi yang cerah, saya dan beberapa teman memutuskan untuk bersepeda ke pantai di daerah Anping.  Anping merupakan salah satu tempat wisata yang ada di kota Tainan. Sebenarnya ada cara praktis kalau mau kesana, dari depan Tainan Main station, disediakan bus gratis dari dan ke sana saat weekend. Tapi dasar memang kami haus akan petualangan (halah!), jadilah kami ber tujuh (saya, nandho, mas tsul, mas slam, patrick, ika, dan mala) bersepeda ria kesana.

Berjanji berkumpul di pukul delapan pagi, akhirnya baru bisa berangkat jam setengah sembilan lebih. Perjalanan menuju ke sana kurang lebih sekitar satu setengah jam. Dituntun oleh mas Tsul sebagai ketua rombongan, perjalanan pergi, kami diajak muter-muter mengitari kota. Entah memang sang ketua rombongan bermaksud demikian atau sempat lupa jalan (bersama mas tsul, kita sering merasakan pengalaman menyasar. ha!). Ternyata rute kesana tidak terlalu sulit, hanya lurus saja dari Beimen Road dan terus mengikuti jalan sampai nanti bertemu Anping road.

.

the track

Garis merah adalah rute pulang. Rute perginya sudah tidak teringat lagi, karena terlalu banyak berbelok. Heu.

Dan ini beberapa oleh-oleh fotonya untuk dinikmati.

.

Beimen Road

.

.

bertemu kuil

.

the bike track

.

the bike track

.

rumah di tepi muara

.

the bike track

.

fishing

.

panjang jalur khusus sepeda di Anping

.

The famous anping bean jelly. Kalau di Indo teh es tahua ceunah.

.

the shell

.

yang terbuang

.

and finally!

the sunset beach

.

.

Ps. Nanti kalau kamu main kesini, aku ajak bersepeda ria menikmati kota

.