satu dasawarsa

it’s been 10 years since i first met Prammu on 2004.

it’s scary how much feeling you can give to and accept from one person. 

masih tetap mengherankan buat saya, seseorang yang terakhir saya lihat sebelum memejamkan mata dan menjadi yang pertama yang saya lihat ketika matahari menyapa, tetap saja saya rindukan saat-saat sebelum senja.

semoga kamu sehat dan panjang umur,begitupun saya. sehingga nantinya kita bisa terus bercerita dan bepergian dan menyaksikan anak-anak kita tumbuh besar dan keluarga kita beranak-pinak.

 

cups,

saya yang mencintaimu, selalu.

Advertisements

prolog

Semua bermula dari perbincangan panjang tentang

seperti apa masa depan kelak akan terbentang.

Dan atas nama masa depan, masa lalu akan

disimpan dan perjalanan dilanjutkan.

Entah berapa jauh jarak yang harus ditempuh.

Karena menuju masa depan adalah persoalan

mengungkap misteri dan menjawab teka-teki.

Tak boleh kalah oleh rasa lelah atau pun menyerah saat hilang arah.

Karena pada akhirnya, misteri akan terkuak dan teka-teki dapat ditebak.

Seperti hari ini.

.

Karena adalah hari ini,

yang pernah kami namakan masa depan.

.

Nicely written by Prammu for the invitation. This is one of the reason why i keep falling for him.

(ur) eyelashes

Mau pake maskara merk apapun, dijepit berapa lama pun, bulu mata saya tidak akan lebih tebal dan lentik daripada bulu mata prammu. dan dia sadar benar akan hal ini dan seringkali mengolok-olok jika tahu saya memakai maskara. huh. semacam pacar yang sombong. dan semacam kenyataan pahit lagi menyedihkan. 

yah, semoga saja itu bulu mata turun hingga ke tujuh turunan. amin.

.

snap!

.

I was trying to capture my self through this shiny gold ball on the Sun Yat Sen’s museum hall door. When Prammuu realized,  he wanted to take part. -__-”

And it took so looonngg until he’s satisfied with his photo.

.

This is one of million stupid things i love to do with prammuu. =]

.