Suatu waktu di mesjid raya, aceh

.
Sudah tiga kali saya menginjakkan kaki di provinsi paling barat indonesia ini. Dan tiga kali pula saya melewatkan kesempatan menyebrang ke pulau sabang.

.
Mungkin ke sananya nanti ditakdirkan bersama kamu. Semoga.
.

Lalu tidak lupa berdoa di masjid paling megah se Aceh raya. Yang detail arsitekturnya bisa membuat kamu terpana.

Lantun merdu ayat-ayat suci yang terdengar mengalun di udara. Dan saya merindukan suasana dimana semua orang bergegas untuk bertemu Nya ketika azan pertama dikumandangkan.

20131205-145001.jpg

20131205-145013.jpg

20131205-145106.jpg

20131205-151311.jpg

20131205-151108.jpg

 

 

Tuhan yang maha baik, terima kasih untuk begitu banyak berkah dan kebahagian yang diberikan.

 

jump!

turkey

on the way to Istanbul from Bursa (Summer 2010)

Ternyata tidak hanya di pelabuhan Merak dan Bakauheni yang ada coin diver nya.  Langit biru yang tampan, dan juga coin diver yang tidak kalah tampan.  I couldn’t be happier. :)

 

Japan (Study) Trip : Yokohama

Japan (Study) Trip

JICA – Yokohama

I was so lucky to have a chance visiting Japan for work trip. I once read Yokohama manga more than 10 years ago, and i can’t be happier to finally be able to see Yokohama with my own eyes.

The city is very nice, it’s a port city, but nothing like Tanjung priok at Jakarta. Clean air, nice and eco-friendly buildings, huge and friendly pedestrians, warm people.

The city has so many initiative towards energy efficiency and fighting climate change. One that amazed me so much is their so called smart house.  I instantly fall in love when we visited this house. A typical Japanese house with special tea-drinking (chadō) room, nice and cute yard with small pond and terrace for drinking beer after working (i blame dorama for this assumption).

This house was installed with smart system, it could tell you the energy consumption, and was installed with solar cell. LED lamps, good insulation and air circulation, so you don’t need too much AC during summer and heater during winter and other smart applications. Oh, this house is probably smarter than me. :p

smart house yokohama

This house could cost for about 6 billion Idr, which is about the same with Agung Sedayu or Agung Podomoro’s house. haha

 

.

Berharap, menemukanmu saat kembali ke ibu kota, atau di mana saja yang bisa kita sebut rumah.

Saya mungkin  hanya sudah teramat tak sabar, menghabiskan waktu-waktu bersamamu di masa yang akan datang.

image

menikmati matahari terbit di Borobudur

It was almost 4 am in the morning when we left Prammu’s home, heading to Borobudur. Seingat saya, saya ga mandi, karena airnya super duper dingin (ok, too much information). Air magelang mengingatkan saya akan air di bandung di tahun-tahun awal saya kuliah. Yang membuat saya sering skip mandi karenanya.

Saya memang sudah lama berkeinginan melihat dan memotret sunrise di Borobudur.  Setelah browsing sana-sini untuk mencari informasi, akhirnya saya berkesempatan kesana dan bonus bersama Prammu. Hamdalah. Ya lumayan sekalian curi start foto pre wed. :p

Jadi, dikarenakan koneksi Papanya Prammu, we got free entrance. Hamdalah lagi. Padahal menurut informasi, untuk menikmati sunrise di Borobudur, paling tidak harus membayar sekitar 200 ribuan.  Atau bisa sekalian menginap di Hotel Manohara yang ada di dalam kompleks Borobudur dengan rate sekitar 600 – 800 ribu (kalau saya tidak salah).

Ketika kami tiba, sudah ada beberapa wisatawan asing dan (sedikit) lokal yang menunggu briefing dari petugas. Kami dibagikan senter dan semacam sarung serta kupon sarapan. Sekitar 4.30 am kami beriringan menuju candi. Setelah itu, semua dipersilakan mencari spot masing-masing untuk menikmati matahari terbit.

Super hamdalah lagi, langitnya cerah! So we got a perfect sunrise moment.

Enjoy!

borobudur

Borobudur

Borobudur

Borobudur

borobudur

Magical Turkey (1) : Bursa

Summer, 2010

Dalam traveling, hal-hal yang tidak direncanakan terkadang menjadi sesuatu yang teramat istimewa. Tadinya tidak ada niatan saya dan Nasti sama sekali untuk mampir di Bursa, kota yang sangat terkenal dengan Iskender Kebap nya ini.

Namun, ketika hendak meninggalkan Ankara menuju Istanbul, di terminal bus, saya melihat jurusan Ankara – Bursa, dan setelah melihat peta dan mengetahui bahwa dari Bursa hanya sekitar 2 – 3 jam lagi menuju Istanbul, kami pun tanpa ragu menyempatkan diri tersesat di Bursa walau hanya 6 jam saja. Bursa, atau yang berarti God’s Gift pada periode Ottoman, terletak pada Turki bagian Asia.

Dan itu mungkin merupakan salah satu keputusan terbaik yang pernah saya buat.

Sesampainya di Bursa dari Ankara, saya menitipkan barang bawaan ke loker yang ada di terminal bus. Saya lupa berapa biaya penitipan, namun seingat saya tidak lebih dari 10 TL.

Outside the terminal

Untuk menuju pusat kota, terdapat minibus di luar terminal, cukup dengan membayar kira-kira 2 TL (kalau saya tidak salah ingat).  Perjalanan ke pusat kota kurang lebih 30 menit.

.

Covered Market, Bursa

Bursa terkenal dengan covered market, bangunan-bangunan tua dan masjid-masjid yang luar biasa indah. Walau tidak serumit dan seluas grand bazaar di Istanbul, Covered Market Bursa mampu membuat saya berdecak kagum. Dan yang paling membuat saya excited adalah toko benang yang saya temukan secara tidak sengaja. Benang-benang rajut ini dijual mulai dari 1 TL, yang mana kalau di Indonesia harganya bisa mencapai 30 ribu.  Kalau saja saya tidak ingat bahwa kapasitas bagasi terbatas, bisa-bisa isinya  hanya benang rajut. haha

.

heaven

.

covered market, bursa

.

the very famous iskander kebap

Dan ini mungkin kebap paling enak yang pernah saya makan seumur hidup saya. Dagingnya empuk dan bumbunya benar-benar meresap. dimakan bersama tomat dan semacam yogurt asam yang segar. mouthgasm! oh not forget to mention yang jual luar biasa tampan!

.

si tukang semir cilik

si tukang semir cilik yang saya temui di sudut pasar dengan senyumnya yang malu-malu ketika tahu saya mengarahkan kamera padanya.

.

Seingat saya, ada 2 mesjid yang saya datangi waktu itu, dan keduanya memiliki ornamen dan detail yang sungguh luar biasa cantiknya.

.

.

.

.

.

Sungguh 6 jam berlalu tanpa terasa di Bursa, saatnya kembali ke Istanbul.

off to Istanbul

to be continued