prolog

Semua bermula dari perbincangan panjang tentang

seperti apa masa depan kelak akan terbentang.

Dan atas nama masa depan, masa lalu akan

disimpan dan perjalanan dilanjutkan.

Entah berapa jauh jarak yang harus ditempuh.

Karena menuju masa depan adalah persoalan

mengungkap misteri dan menjawab teka-teki.

Tak boleh kalah oleh rasa lelah atau pun menyerah saat hilang arah.

Karena pada akhirnya, misteri akan terkuak dan teka-teki dapat ditebak.

Seperti hari ini.

.

Karena adalah hari ini,

yang pernah kami namakan masa depan.

.

Nicely written by Prammu for the invitation. This is one of the reason why i keep falling for him.

.

saat jarum jam beranjak pukul enam, dan matahari perlahan tenggelam

setiap harinya, perlahan-lahan saya menaburkan harapan

kepada langit, juga delapan penjuru bumi

semoga kamu dan saya juga mereka dicukupkan nikmatnya hari ini

semoga semua mata dapat tertidur dengan nyenyak di malam hari

semoga semua kepala dapat mencuri mimpi

dan mewujudkannya besok pagi

.

.

saya mencari-carimu ketika biru perlahan lenyap tergantikan oranye kemudian gelap

 

ada rindu yang belum tuntas

juga masa depan yang belum selesai kita bahas

maka jangan dulu pergi

mari mengobrol sampai matahari kembali lagi

 

 

.

Langit melukis wajahmu besar-besar sore tadi

sementara angin tertawa berderai sambil meniupkan namamu

“tidak ada hal yang lebih menyedihkan selain dilupakan”

.

matamu yang teduh

juga genggaman hangat tanganmu

.

diam-diam kuselipkan dalam saku

.

.

aku ingin diingatmu dengan sempurna,

sedetil hasil foto kamera dslr belasan mega pixel milikmu.

 

aku ingin berpendar di kepalamu setiap waktu,

seperti lampu sorot panggung yang cahayanya mampu membutakan matamu.

 

.

demi ingatan yang  mulai pudar perlahan-lahan,

juga kenangan-kenangan yang ingin dilupakan.

“saya ingin lupa semua hal yang mengingatkan padamu”

 

tapi saya tahu benar bahkan waktu pun menjadi musuh.

 

siapapun yang bilang bahwa waktu menyembuhkan,  kita harus bertemu!