kamu kembang api

di kencan kita yang ke sekian,

saat berjanji membawa pulang kembang api

biar bisa dilihat entah kapan

juga dipajang di dinding rumah nanti

katamu

.

dan kemudian

kita gagal

mungkin

ilmunya belum maksimal

lalu kita, mengomel

serta berjanji akan mencoba di lain waktu

.

.

baby, youre a fireworks

ini saya beri buat kamu beserta cara jitu anti gagal.

.

.

ah, sebenarnya saya tidak terlalu perduli dengan kembang apinya

Advertisements

tell me,

I ran as fast as i can when you call me
I smile when i spell your name
I love to see me reflecting in your eyes
Do you feel the same way?

I put you first among others
I read your books, i sing your songs
I hold your hand and give you hugs
I even cry when you are hurt

Tell me darling, what am i to you?
I’m into you, are you?
Tell me darling, what am i to you?
After all we have been through.

I don’t need you to call me baby
I don’t need you to take care of me all day
I just need you to say,
You’ll be here with me along the way.
Through the nights and days.

.

little gratitude and hope

Ketika terbangun di esok pagi,
hal pertama yang akan dilakukan adalah,
bersyukur kepada Tuhan yang Maha baik.
Berbeda dari biasanya.

Kali ini lebih lama.

Untuk setahun yang luar biasa,
untuk kehidupan yang tidak biasa,
atas begitu banyak nikmat yang telah diberikan.
. .    .    .    .    .     .   .   .Terimakasih Tuhan.

.

.

Kemudian menyapa cermin,
dan diri sendiri tentu.
Memastikan bahwa kedua mata tetap berbinar,
dan senyum selalu terpancar.

.
Jendela juga akan aku buka lebar,
tidak peduli dengan angin musim dingin yang galak.
Yang kepadanya aku titipkan berderet doa,
untuk bumi kita tercinta,
yang akan terdengar ke delapan penjuru,
sampai afrika juga amerika.
Agar ia selalu sehat dan berbahagia,
agar anak cucu kita bisa berkenalan juga menyapa.

.
Melantunkan doa untuk kehidupan yang lebih baik
dan untuk diri yang akan menjadi lebih baik.

.

.

Lalu tak lupa berbaris doa untuk kamu,

Laki-laki tangguh,
yang kepadanya diberikan hati yang teguh
pikiran yang kuat
serta badan yang sehat.

Yang kepadanya juga,
akan bersandar seorang wanita,
yang akan mencintai apa adanya,
melahirkan anak-anak ke dunia,
lalu menghabiskan sisa hidup bersama.

Untuk kamu,
yang mimpinya setinggi awan,
hatinya seluas lautan.

Selamat pagi,
semoga kita bahagia,
semoga kita selalu bahagia.

.

.

dan,
bila waktunya tiba,
kita akan bertemu.
segera.

.
.

after the rain,

.

If I could bottled the smell of the wet land after the rain.
I’d make it a perfume and send it to your house.
If one in a million stars suddenly will hit satellite.
I’ll pick some pieces, they’ll be on your way.

In a far land across.
You’re standing at the sea.
Then the wind blows the scent.
And that little star will there to guide me.

If only I could find my way to the ocean.
I’m already there with you.
If somewhere down the line.
We will never get to meet.
I’ll always wait for you after the rain.

(Aditya sofyan, after the rain)

.

.

satu

lima

sepuluh,

.

dan aku masih saja menghitung

tetesan gerimis yang memantul di jendela.

. . . . . .     .       .         .            .            .           . (sambil melamun tentu saja)

.

.

raindrops on the window

.

bukankah kamu juga lelaki pencinta hujan?

masihkah?

.

ah, belum waktunya si payung biru dibuka lebar,

dan aku kita memang masih harus bersabar.

.

.

.

If somewhere down the line.
We will never get to meet.
I’ll always wait for you after the rain.

.

.

bahagia itu,

kalau bisa,  aku ingin membuat kotak berisi kebahagian.

agar bisa aku bagikan.

.

.

kemudian kamu bertanya apa itu bahagia,

.

bahagia itu

saat menunggu air dari dispenser tertuang,

saat merajut syal untuk yang tersayang,

saat bergandengan tangan,

dan saat melamun di tangga pojokan.

.

nanti aku buatkan dua kotak.

satu untukmu. satu untukku.

.

.

aku bawakan di tigapuluh satu!

agar aku.kamu.kita berbahagia selalu.


where are you?

“I know you’re tired of waiting. And you may have to wait a little while more, but she’s on her way, Ted. And she’s getting here as fast as she can.”

(Stella, How i met your mother)

.


those are my favourite lines from How i met your mother. yup! i’ve been sticking my nose to that tv series. i’ve watched season 1 till 5 only in less than two weeks. quite amazing since i have many other things to do for my study.

but anyway, i still have time to watch it. ok! i admit it, not have the time, but steal the  ‘suppose to do task and homework” time. but i am happy. watching how i met your mother always give me a good time. i can laugh outloud and forget about my problems for a while. watching ted, robin, marshall, lily and awesome barney is awesome!

sooo, here i came at the season 4 eps 23.  when stella said those words to ted.

those words just hit me. i mean, that is so true. all of us are always having this thought.

who is my ‘the one’?

where is she/he?

are we really made for each other?

when will i meet her/him?

how do i know that he/she is the one?

bla bla..

.

well, i believe that when it is about the time. we will meet anyway. the whole universe will unite to make it happen. and i am sure that we’ll  know  that we’re meant for each other.

you just feel it. you just know it.

.

.

hey you!
are you coming here as fast as you can?
i’ll just be here and wait, i guess.