jump!

turkey

on the way to Istanbul from Bursa (Summer 2010)

Ternyata tidak hanya di pelabuhan Merak dan Bakauheni yang ada coin diver nya.  Langit biru yang tampan, dan juga coin diver yang tidak kalah tampan.  I couldn’t be happier. :)

 

Advertisements

Will Watterson

.

.

Meet Will from New Zealand. One of my favorite man in World Youth Congress (WYC). We were at the same family, Ege family, that’s how we first met.

A father of cute son, rock climber, traveler, runner, and a very talented song writer-singer-guitarist. He has this warm smile that could melt your heart =].  He’ll be very excited every time we talk about youth movement,  social issues, poverty, MDG, global warming, anything.

It’s very nice to know you, Will. Hope we could meet again in other part of the world, soon. Ah, and i ADORE your hair so much!

Ps. I write this because i suddenly miss my family time during 5th World Youth Congress in Turkey. T_T


Hospitality in a glass of Turkish tea

Disela-sela kegiatan kongres, saya dan nastiti senang sekali mengunjungi pedestrian dekat kampus tempat kongres berlangsung (Yldiz Technical Univ, Istanbul) yang berisi toko, rumah makan, kafe, penjual es krim, penjual teh dan lain sebagainya.

Teman Turki saya bilang bahwa

“Turkish people love to drink tea than coffee. We serve the tea using small glass, and the taste is quite strong and special”.

Begitulah. Lalu kemudian saya dan nastiti mengintip-intip ke kafe teh di pinggir jalan. Dengan bahasa turki seadanya dicampur bahasa tubuh, kami memesan Turkish tea dan ber sok-kenal-sok-dekat dengan Turkish men yang sedang hang out di luar.

Rasa tehnya memang kuat, dalam artian sedikit pahit. Biasanya penjualnya akan memberi 2 blok gula. Satu gelas Turkish tea biasanya dijual 2 – 5 lira. Dan kami beruntung sekali sore itu. Penjualnya memberi kami satu gelas Turkish tea secara cuma-cuma. Sebagai sambutan selamat datang untuk kami di negeri mereka mungkin.

Saya percaya sekali bahwa pada dasarnya semua orang itu ramah dan baik hati. Sore itu, dengan keterbatasan bahasapun saya masih bisa merasakan ketulusan dan kebaikan mereka. Berusaha sekuat tenaga untuk nyambung dengan bahasa Turki seadanya dari saya dan bahasa Inggris mereka yang seadanya.

But we speak in universal language anyway, smile it is.

.

.

.

dan memang benar adanya bahwa laki-laki Turki itu luar biasa tampannya. =]

eminonu di mataku

langit biru sempurna dengan gumpalan awan putih yang seperti kapas. sore yang cerah juga berangin.  (you could actually see how’s it look like on my sunglasses).

Eminonu, Istanbul. 2010.

credit goes to nastiti for the awesome photos!

24 #2

.

can i spend my last afternoon being 23 here? sipping turkish tea while watching people come and go. with you?

.

Gosh! this being 24-soon things are killing me. hiks

get your self lost

.

Grand Bazar (Kapali carsi), Istanbul, Turkey

one of the largest covered market on earth. 4400 shops. 22 gates. 2 mosque. 4 fountains. 25,000 employers. it’s a real heaven for shoppers.

extend: summer, mix hostel and fasting

salah satu hambatan tantangan terbesar untuk perempuan berkerudung seperti saya ketika traveling adalah perihal tidur menidur. saya bukan tipe wanita yang cerewet dalam hal memejamkan mata. saya memang agak sedikit insomnia, tapi jika sudah sangat mengantuk saya bisa tidur dimana saja.

nah, pengalaman saya traveling ke beberapa negara asia tenggara, kecuali singapura (kalo yang ini ga bisa dikategorikan asia. haha), harga untuk female dorm masih bisa dijangkau kantong mahasiswa seperti saya, dengan 5 usd saja sudah bisa tidur nyaman tanpa perlu khawatir akan kehadiran lelaki.

tapi tidak untuk negara-negara yurop, termasuk turki. saya harus mengeluarkan uang sekitar 10 – 12  euro untuk mix dorm dengan kapasitas 10 – 20 kasur. selama extend di istanbul, 3 hari saya memesan mix dorm dengan biaya 11 euro. dan selama 3 hari pula saya mengenakan pakaian perang ketika tidur, lengkap dengan kerudung. saat-saat mandi dan urusan perut menjadi momen paling ditunggu-tunggu. ah, satu lagi ketika shalat di mesjid.

penghuni dorm tersebar dari berbagai penjuru. semalam, kebanyakan penghuninya adalah lelaki. daaan, hampir semua hanya mengenakan celana pendek ketika tidur. heu. antara senang dan gimana melihat perut-perut sixpack dikanan kiri. ya tuhan, maafkan saya!

.

summer dan puasa. sungguh perpaduan yang amat menyengsarakan. matahari baru mau terbenam di pukul delapan lebih, yang artinya beduk magrib baru berkumandang, dan saya berpuasa sekitar 16 jam. kalau itu saja, insya allah masih bisa ditahan. yang benar-benar memmberatkan adalah temperatur dan kelembapan yang membuat keringat tidak berhenti mengalir. dengan suhu di siang hari mencapai 42an derajat dan kelembapan hampir 60% benar-benar menguji iman ketika puasa. apalagi ketika melihat suyu (air mineral) dan soft drink berembun. glek!

belum lagi kebanyakan orang-orang turki beragama ktp. 99% memang muslim, tapi tidak semua menjalankan rukun islam. maka tidak heran jika di siang hari restauran dan warung-warung tetap ramai pengunjung. such an ironi memang, di negara yang mayoritas muslim, justru kebebasan untuk mengenakan kerudung di beberapa universitas dilarang. saya sempat mengobrol dengan beberapa mahasiswi asal indonesia yang kuliah di sini, mereka terpaksa harus mengenakan wig selama di kampus. ya tuhan!

hari ini, saya berbuka bersama mas penjual t-shirt turki nan tampan dan baik hati bersama ibunya. saya dijamu dengan masakan khas turki dan puding coklat yang amat sungguh nikmat. nyam! jadi terharu, mereka sungguh luar biasa baik.

alhamdulillah, akhirnya cita-cita shalat berjamaah di blue mosque terkabul sudah, dan ditambah bonus shalat tarawih berjamaah. ada yang berbeda dengan shalat disini. tarawih 23 rakaat, ayat nya benar-benar ayat pendek. mungkin hanya 3-5 ayat saja. dan yang membuat saya sedikit heran, setelah surat alfatihah, tidak ada pembacaan amin oleh para jamaah. saya sedikit kecele tadi.

.

.

terimakasih untuk berjuta nikmat yang kau berikan ya tuhan.

there are still looot stories to share