satu dasawarsa

it’s been 10 years since i first met Prammu on 2004.

it’s scary how much feeling you can give to and accept from one person. 

masih tetap mengherankan buat saya, seseorang yang terakhir saya lihat sebelum memejamkan mata dan menjadi yang pertama yang saya lihat ketika matahari menyapa, tetap saja saya rindukan saat-saat sebelum senja.

semoga kamu sehat dan panjang umur,begitupun saya. sehingga nantinya kita bisa terus bercerita dan bepergian dan menyaksikan anak-anak kita tumbuh besar dan keluarga kita beranak-pinak.

 

cups,

saya yang mencintaimu, selalu.

di setiap penghujung hari

SONY DSC

Mungkin nantinya, yang paling saya inginkan di setiap penghujung hari adalah nyamannya pelukmu. Di saat kita mengucapkan selamat tinggal kepada hangatnya senja yang jingga berdua.

Mungkin nantinya, yang paling saya inginkan di setiap penghujung hari adalah mendengar lelucon dan derai tawamu. Meski sering kali saya butuh waktu untuk mengimbangi kecepatanmu bicara.

Mungkin nantinya, yang paling saya inginkan di setiap penghujung hari adalah tertidur di pangkuanmu. Kamu dengan buku-buku sejarahmu dan saya dengan berbagai komik serta novel romansa.

Mungkin nantinya, yang paling saya inginkan di setiap penghujung hari adalah berebut remote tv. Kamu yang ingin menonton klub sepak bola kesayangan, dan saya yang ingin menonton siaran asian food channel atau fox crime.

Mungkin nantinya, yang paling saya inginkan di setiap penghujung hari adalah melihatmu di dapur. Sambil mendengarmu berbual tentang lezatnya tempe penyetmu yang tiada duanya.

Mungkin nantinya, yang paling saya inginkan di setiap penghujung hari cukuplah kamu saja. Kita berdua.

.

“Kamu tahu, Yosi? Salah satu saat paling menegangkan bagi laki-laki adalah ketika ia meminta izin kepada seorang ayah untuk menikahi anak perempuannya”,  ucapmu sore itu sembari menyeka keringat yang mengalir dari sela-sela rambutmu yang baru saja dicukur tiga hari yang lalu.

aku mengulum senyum, teringat whatsapp yang aku kirimkan tiga jam lalu saat kamu berjalan dengan kepala terangkat ke ruang kerja ayah.

“Mascar, kalau butuh back up ngadepin ayah, bilang ya. semangat!”

“Jadi gimana tadi? Lancar? Ayah bilang apa?” sahutku sambil mengalihkan perhatianmu dari tumpukan pempek di atas meja.

“Salah sendiri ga ikut pembicaraan paling penting abad ini. Malah cuma kirim whatsapp. Kamu pikir aku sempet liat-liat hp?” acuhmu sambil terus mengunyah pempek.

“Atuhlah car, jangan ngambek gitu. Masa depan bersama ini, jadi gimana?” cecarku sambil menjauhkan piring berisi pempek yang masih hangat.

“Hmm”

“Car! Serius ih”

“Yosi, selain tega sama pacar sendiri karena sudah membiarkan aku menghadap Ayah sendirian, ditambah tadi Ibu ikut dalam pembicaraan dan menambahkan wejangan ini itu, kamu ini ternyata ga sabaran ya”, ucapmu sambil mengambil pempek yang tadi aku jauhkan. “Sebentar ya, pacarmu ini butuh tenaga tambahan setelah memperjuangkan masa depan dengan ayahmu yang galak itu”

“Iya, iya, maaf ya tadi aku ga ikut kamu menghadap ayah, tapi maksudnya kan biar enak dan leluasa ngobrolnya”, aku beralasan.

“Aku pulang ke Indonesia for good sekitar bulan Juni atau Juli, urus ini -itu 3 – 4 bulan cukup kan ya? hmm, let’s say Oktober?” sahutmu sambil menahan senyum melihat reaksiku

 

Dan sore itu, mungkin adalah sore paling indah yang pernah ada.

 

kesatu

Ini hampir tahun ketujuh sejak pertama kali kita bertemu lalu bertukar cerita. Kamu masih saja menyenangkan, walau terkadang menyebalkan. Begitu juga ketika hormon perempuan berkuasa, saya bisa jadi perempuan paling menyebalkan yang pernah kamu temui, mungkin.

Perjalanan kita tidak melulu dipenuhi tawa. Saya ingat entah kapan saya pernah menangis tersedu-sedu karenamu. Saya juga ingat entah kapan saya pernah menjadi perempuan paling pencemburu sejagad raya. Dan kalau menghitung saat-saat pundungan, kita mungkin butuh lebih dari lima buku untuk menuliskannya.

Tapi kamu tidak pernah gagal membuat saya tertawa.

Saya tahu perjalanan kita masih panjang, dan mungkin tidak mudah. Kita terlalu keras kepala dan berambisi untuk menjelajahi dunia.

.

Mari berdoa pada Tuhan semoga saja kita memang diciptakan untuk bersama.

Happy anniversary.

saya, yang mencintaimu.

“So it’s not gonna be easy. It’s gonna be really hard. We’re gonna have to work at this every day, but I want to do that because I want you. I want all of you, for ever, you and me, every day.”

– The notebook

.

let’s,

I’m dreaming you’re out in the blue and I am right beside you
Awake to take in the view
.


My darling, we’re both on the wing, look down and keep on singing!
And we can go anywhere

owl city