Suatu waktu di mesjid raya, aceh

.
Sudah tiga kali saya menginjakkan kaki di provinsi paling barat indonesia ini. Dan tiga kali pula saya melewatkan kesempatan menyebrang ke pulau sabang.

.
Mungkin ke sananya nanti ditakdirkan bersama kamu. Semoga.
.

Lalu tidak lupa berdoa di masjid paling megah se Aceh raya. Yang detail arsitekturnya bisa membuat kamu terpana.

Lantun merdu ayat-ayat suci yang terdengar mengalun di udara. Dan saya merindukan suasana dimana semua orang bergegas untuk bertemu Nya ketika azan pertama dikumandangkan.

20131205-145001.jpg

20131205-145013.jpg

20131205-145106.jpg

20131205-151311.jpg

20131205-151108.jpg

 

 

Tuhan yang maha baik, terima kasih untuk begitu banyak berkah dan kebahagian yang diberikan.

 

Advertisements

menikmati matahari terbit di Borobudur

It was almost 4 am in the morning when we left Prammu’s home, heading to Borobudur. Seingat saya, saya ga mandi, karena airnya super duper dingin (ok, too much information). Air magelang mengingatkan saya akan air di bandung di tahun-tahun awal saya kuliah. Yang membuat saya sering skip mandi karenanya.

Saya memang sudah lama berkeinginan melihat dan memotret sunrise di Borobudur.  Setelah browsing sana-sini untuk mencari informasi, akhirnya saya berkesempatan kesana dan bonus bersama Prammu. Hamdalah. Ya lumayan sekalian curi start foto pre wed. :p

Jadi, dikarenakan koneksi Papanya Prammu, we got free entrance. Hamdalah lagi. Padahal menurut informasi, untuk menikmati sunrise di Borobudur, paling tidak harus membayar sekitar 200 ribuan.  Atau bisa sekalian menginap di Hotel Manohara yang ada di dalam kompleks Borobudur dengan rate sekitar 600 – 800 ribu (kalau saya tidak salah).

Ketika kami tiba, sudah ada beberapa wisatawan asing dan (sedikit) lokal yang menunggu briefing dari petugas. Kami dibagikan senter dan semacam sarung serta kupon sarapan. Sekitar 4.30 am kami beriringan menuju candi. Setelah itu, semua dipersilakan mencari spot masing-masing untuk menikmati matahari terbit.

Super hamdalah lagi, langitnya cerah! So we got a perfect sunrise moment.

Enjoy!

borobudur

Borobudur

Borobudur

Borobudur

borobudur

.

Akkarena beach, Makassar, South Sulawesi.

 

This is probably one of the best sunset i’ve ever seen.

what was missed is you

 

mari, pemuda-pemudi!

Birokrasi itu “binatang” yang paling aneh di dunia.  Kalau diingatkan dia ganti mengingatkan (dengan menunjuk pasal-pasal dalam peraturan yang luar biasa banyaknya).

Kalau ditegur, dia mengadu ke bekingnya. Seorang birokrat biasanya punya beking. Kalau bukan atasannya yang gampang dijilat, tentulah politisi. Atau bahkan dua-duanya.

Kalau dikerasi, dia mogok secara diam-diam dengan cara menghambat program agar tidak berjalan lancar. Kalau dihalusi, dia malas. Kalau dipecat, dia menggugat. Dan kalau diberi persoalan, dia menghindar.

Intinya ide baru tidak gampang masuk ke birokrasi. Birokrasi menyenangi banyak program tapi tidak mempersoalkan hasilnya. Proyek tidak boleh hemat. Kalau ada persoalan, jangan dihadapi, tapi lebih baik dihindari. Dan keputusan harus dibuat mengambang. Pokoknya, birokrasi itu punya Tuhan sendiri tuhannya adalah peraturan. Peraturan yang merugikan sekalipun!

– Dahlan Iskan dalam Bupati baru di kolam keruh.

Tulisan selengkapnya bisa dibaca di sini.

***

Saya kagum akan sosok Dahlan Iskan. Yang mampu membawa PLN berubah, semoga ke arah yang lebih baik. Setidaknya demikian yang saya lihat. Dari tulisan-tulisan beliau, juga dari berita-berita mengenai PLN di bawah kepemimpinan beliau.

Semoga akan lebih banyak orang-orang seperti Jokowi, Dahlan Iskan, Fathul Huda dan pemimpin-pemimpin bersih lainnya yang belum terexpose media massa.

Saya percaya bangsa ini sedang bergerak ke arah yang lebih baik. Jauh lebih baik,  yang semoga akan terlihat hasilnya tidak akan lama lagi.

Mari berpikir positif dan ikut serta dalam perubahan ini, sekecil apapun itu. Daripada terus mengutuki kekacauan keadaan yang ada.

.

Bangun pemudi pemuda Indonesia

Tangan bajumu singsingkan untuk negara

Masa yang akan datang kewajibanmu lah

Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

.

Pancasila manual bangsa

.

.

video yang bagus sekali tentang Pancasila sebagai manual bangsa. Seandainya Bapak/Ibu “terhormat” di “atas” semuanya berpikiran seperti ini.

4th day

Hari ke empat. Pagi pagi liat car free day bentar di jalan dago. Tinggal ngesot dr hotel.

Abis itu poto2 di gerbang ganesha sama si prof. Haha. Berasa jaman baheula. Daan td awannya cantik banget nget!

Abis poto2, kita meluncur ke lembang! Msh dtemani sama mas eko dr lsm biru, kita main ke rumah rumah pengguna biogas. Sapinya kali ini ada yang cantik! Walau tetep, buat saya mereka terlihat tampan!

Berhasil mewawancarai 4 penduduk, dari sekitar 30an pengguna biogas. Yg lain pada sibuk. Ada yg ke kebon, bangun rumah, bersihin kandang, gerak jalan dan sebagainya. Hoho.

Sekitar jam 11an beres wawancara lalu kita makan siang di sawung pengkolan.
Mesen gurami goreng juara sama sambel dadak! Astagoo, lemak nian! Plus cah kangkung sama sayur asyeemm.
Si prof ampe nambah berapa kali. Hihi.

Tapi abis maem astago lalernya banyak nian. Smoga si prof ga ilfil. Hahaa.

Peruut kenyaang hati senaaang.

Abis itu kita ke tangkuban! Si prof terlihat senang. Semoga.
Doi beli jimbe, semacam gendang gitu. Ukuran 60cm seharga 280ribu. Saya sudah berusaha mengeluarkan kemampuan negosiasi, tp cuma turun 20rb dr harga awal. Yah, semoga kita berdua ga ditipu si emang. Amin.

Oiya, tiket masuk tangkuban buat bule mahal nian! 50rb weew. Sedang buat pribumi cuma 13rb. Tsk

Lalu beli jagung bakar sama ketan bakar. Jagungnya enak, ketannya hai hao alias so-so.

Abis naik naik ke puncak gunung kita terus ke ciater!

Si prof bilang terakhir dia hot spring pas jaman batu keknya. Hoho. Dia girang banget, walo katanya hot spring dsini lbh mirip kek taiwanese style dibanding japanese style. Kalo di jepang, orang2 pada ga pake baju. Wiiw. Dan bahkan ada yg dcampur katanya.

Abis berendem, kita turun gunung. Adalah kesalahan besar lewat ledeng. Macetnya udah kek apa. Bikin emosi jiwa. Ada kali sejam setengah bermacet macet ria.

Sampe kota si prof saya ajak melihat gedung gedung tua peninggalan belanda di jalan merdeka sama braga. Lalu ngelewatin stasiun.

Setelah sebelumnya kita makan bakso MANDEEP! Huaahh, terharuu pas makan. Huks. Ini bakso ga ada dua emang. Si prof aja sampe bilang “no wonder you miss this”. Hoho.

Lalu sebelum pulang ke hotel, saya anter ke circle K buat icip2 bir indo kek apa. Bir bintang sama anker bir. Cuma dua itu kan ya merk lokal kita? (Ini dosa ga ya? Kan saya g ikutan minum ya Tuhan)

Lalu senjata terakhir, bolen kartika sari. Doi beli yg duren, buat sarapan besok pagi ceunah.

Yooshh! Misi kami di bandung selesai. Saatnya bergerak ke timur. JOGJA!! Pesawat jam 9.45 tapi kami harus berangkat 4 subuh dari bandung. Damn jakarta!

Mari tidur!

2nd day

professor fuku is getting use to Indonesia’s atmosphere. dan dengan teganya, saya mengajak professor saya menggunakan angkot ke beberapa tempat. haha.

jadi, ini daftar kegiatan yang kami lakukan hari ini.

– bangun, sarapan, jalan ke bimex tour and travel di DU. tiket ke jogja dan surabaya. book!

– ketemu Prof  Tjandra dari tekim, tur lab, bertemu beberapa dosen.

– makan siang di kantin barat laut. semur ayam sama sayur toge. kantinnya banyak laler. huks. sabar ya Prof. I hope u don’t get any stomach problem

– beli kaos itb sama stiker itb. buat ditaruh di depan pintu lab katanya. haha

– ketemu pak Agus dan Bu indah. Kaprodi teknik lingkungan. ngobrol

– ke LSM BIRU. ngobrol sampe jam 6.

– makan malam di warung padang pagi sore. haha. makan paru goreng, gulai otak sapi, rendang, daun singkong, sambel ijo. berdua abis 75 ribu. mau naik haji keknya yg punya. amin deh

– es durian pak akip! astagooo. senang sekaliii

– beli batagor di simpang. ga gitu enak. ntar saya ajak ke batagor riri apa kingsley prof. tenang

– beli rambutan, dan dia ga bisa ngupasnya. mwahaha.

 

akan mengunjungi desa di sumedang dan lembang besok pagi. yuhuuu. mari tidur.