taking risk,

love, just like life, is about taking risk. love is a choice. you give all of your heart, or in so many cases, your everything to someone without any guarantee it will last till the rest of your life.

love, just like life, is about taking risk. to share all your darkest sins and your wildest dreams. to let someone stay in your heart and take all the space in it.

love, just like life, is about taking risk. to get out from your comfort and peaceful corner to the unpredictable bumpy future together.

love, just like life, is about taking risk. to let someone depends on you. to let your self become vulnerable without him/her.

 

love, just like life, is about taking risk.

 

will you?

satu dasawarsa

it’s been 10 years since i first met Prammu on 2004.

it’s scary how much feeling you can give to and accept from one person. 

masih tetap mengherankan buat saya, seseorang yang terakhir saya lihat sebelum memejamkan mata dan menjadi yang pertama yang saya lihat ketika matahari menyapa, tetap saja saya rindukan saat-saat sebelum senja.

semoga kamu sehat dan panjang umur,begitupun saya. sehingga nantinya kita bisa terus bercerita dan bepergian dan menyaksikan anak-anak kita tumbuh besar dan keluarga kita beranak-pinak.

 

cups,

saya yang mencintaimu, selalu.

Muara Angke

Muara Angke adalah salah satu “gerbang” menuju Kepualauan Seribu. Destinasi wisata yang menjadi favorit warga jakarta dan sekitarnya akhir-akhir ini. Kenapa? Karena bisa dinikmati diwaktu weekend dan tidak harus bersusah payah mengusahakan cuti. Berangkat sabtu pagi, dan sudah tiba di jakarta lagi minggu sore.

Banyak agen yang meyediakan jasa tur ke kepulauan seribu : pulau tidung, pulau pramuka, pulau semak daun, dsb. Harganya bervariasi mulai dari 200 ribuan, tergantung banyaknya rombongan. Atau bisa juga tanpa tur, di pulau tidung dan pulau pramuka banyak yang menyediakan penyewaan alat-alat snorkling, sepeda, dan sewa perahu. Begitu juga dengan penginapan, banyak warga sekitar yang menjadikan rumah mereka menjadi penginapan.

Sebenarnya ada satu lagi akses menuju kepulauan seribu, lewat ancol, namun harganya tidak akan semurah dari muara angke.

Muara angke itu bau, itu kesan pertama saya. Pasar ikan dan pelabuhan dijadikan satu membuat semua bau bersatu padu. Belum lagi kebiasaan masyarakat yang menganggap laut dan sungai adalah tempat sampah. Selain itu, permukaan air laut di daerah sekitar muara angke lebih tinggi daripada permukaan tanah nya. Lengkaplah sudah.

Tapi dibalik itu, muara angke sangat menarik, i got some nice photos before i sailed to pramuka island. Enjoy!

. .

Martabak har

image

Sudah tau kan ya kalau palembang terkenal sama martabak har?

Martabak har itu adalah sejenis martabak asin isinya telor atau sayur atau daging, disajikan bersama kuah kari kental dan potongan cabe ijo atau rawit.

Sebenarnya ‘har’ itu adalah merk dari martabak ini, yang saking laris dan terkenalnya sehingga sudah dianggap sebagai nama makanan. Mirip-mirip aqualah, yang apapun merk air mineralnya, hampir selalu disebut aqua.

Balik lagi ke martabak har, banyak yang bilang belum ke palembang kalau belum makan martabak har. Dan yang paling dijamin ke asliannya bisa diperoleh di rumah makan martabak har assli di sebelah hotel sahid di simpang sekip. Atau silakan bertanya kepada setiap orang palembang.

Oh iya, untuk harga 1 porsi siapkan uang 10 – 20 ribu.