One fine weekend

20140311-172921.jpg

Weekend bagi saya dan prammu artinya bangun lebih siang, leyeh-leyeh menonton serial tv, belanja ke pasar tradisional dekat rumah, memasak dan membaca buku-buku yang menumpuk di rak.

Di sela-sela weekend kami yang santai, saya beberapa kali menyelipkan rencana untuk menonton teater di Salihara/TIM, menonton konser gratisan di @america, pemutaran film di Goethe atau Erasmus atau mengunjungi museum, yang seringkali tetap berujung pada rencana. I blame rainy season for that laziness.

Saya lupa entah kapan tepatnya, di sela-sela weekend kami yang santai, agenda untuk menghabiskan setengah hari di blok m menjadi rutin. Sudah lama saya dan prammu berencana mencari dan mengunjungi toko-toko buku yang menjual buku bekas yang ada di jakarta dan sekitarnya. Setelah memutari kwitang, pasar senin, depok, stasiun pondok cina (yang kemudian digusur), blok m dan tempat-tempat lain, kami sampai pada kesimpulan bahwa tempat paling nyaman, murah, dekat, lengkap dan bisa sekaligus melakukan hal-hal lain adalah  di Blok M Square.

Sebagian besar toko buku yang ada di Blok M adalah relokasi dari kwitang dan pasar senin. Tidak hanya buku-buku dan komik bekas, buku-buku pelajaran dan novel-novel terbaru juga banyak dijual di sini. Namun, yang saya sayangkan, masih banyak yang menjual novel  dan buku bajakan. :(

Biasanya, saya dan prammu akan memisahkan diri dan bertemu 2-3 jam kemudian. Saya ke bagian komik dan novel bekas, dia ke bagian buku-buku bekas bersejarah.

Saya yang dari kecil memang menyukai membaca komik, namun tidak diperbolehkan membeli dan mengoleksi oleh ayah saya (sebagian besar alasannya adalah karena saat itu kami tidak punya cukup uang), seperti menemukan harta karun di sana. Harga 1 buah komik rata-rata 3 ribu – 30 ribu rupiah, tergantung kelangkaan dan kelengkapan komiknya.

Selain tempatnya nyaman karena full AC, satu hal lagi yang saya sukai adalah di sini sering diputar lagu-lagu jazz, soul, bahkan lagu-lagu rhoma irama dan lagu-lagu di era 70,80 dan 90-an dari toko-toko yang menjual piringan hitam, laser disc dan kaset-kaset lama. Selain itu juga, saya menemukan kafe kecil nyaman yang menjual green tea latte yang enak. Biasanya, saya yang lebih dulu selesai dan sembari menunggu prammu, nongkrong sambil membaca hasil perburuan saya dengan bahagia.

Oh, selain buku-buku dan piringan hitam serta kaset bekas, di Blok M square lantai basement ini juga ada toko antik, tukang jahit, toko herbal, toko gorden dsb. Di lantai atas juga ada toko pakaian, bioskop, carrefour, dvd bajakan, foodcourt dan masih banyak lagi.

Bagi saya dan prammu, seperti sekali mendayung, dua tiga pulau terlewati. We are happy. indeed.

Advertisements

One thought on “One fine weekend

  1. Pingback: menikmati (senja) jakarta | Elope with me and we`ll sail around the world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s