mimpi

pelan-pelan saya lantunkan berbaris doa pada Tuhan,

untuk saya juga kamu serta mereka.

Tuhan yang maha baik,

jagalah agar mimpi-mimpi serta harapan-harapan yang ada di dada dan kepala

tidak lapuk apalagi membusuk

tidak padam apalagi tenggelam

 

lalu saya ingat kamu pernah bilang entah kapan

mimpi-mimpi serta harapan-harapan yang kita lantunkan tiap malam itu harus selalu kita perjuangkan

karena mimpi itu akan selamanya menjadi mimpi jika tidak kita wujudkan.

 

karena saya tidak ingin menyesal nantinya, tidak belok mengambil jalan menuju di mana mimpi saya berada.

 

A man is not old until regrets take the place of dreams.
John Barrymore

 

Advertisements

seperti kemarin

saya terperanjat saat kamu bilang kita sudah berada di ujung desember.

kemana waktu lari bersembunyi?

seperti kemarin, saat kita  berjumpa enam tahun silam.

seperti kemarin, saat kita sering bercerita menghabiskan malam di ganesha.

seperti kemarin, saat kita berselisih tentang banyak hal.

seperti kemarin, saat melihat kamu bersamanya.

seperti kemarin, melihat kamu lulus lebih dulu, dengan nilai hampir sempurna.

seperti kemarin, saat kita mulai membagi mimpi lalu menyusunnya bersama.

seperti kemarin, saat kita mulai menyapa ibu kota pertama, kedua hingga keenam yang semoga akan menjadi berpuluh kemudian.

seperti kemarin, saat kita menghabiskan dua ribu sembilan.

seperti kemarin,

.

.

.


semoga tidak hanya kemarin, tapi juga hari ini, esok dan seterusnya.

terimakasih untuk setiap hari yang dilewati.

semoga semakin pandai bersyukur

untuk setiap nikmat yang diberi

 

Yuna(idi)

“Kalo punya anak perempuan nanti, pengen dinamain Yuna”

“Yuna? bagus juga. Tapi lebih bagus kalo dikasih imbuhan”

“Hmm, apa dong? menurut kamu? kan penulis berbakat (katanya). gih cari imbuhannya”

“Yunaidi?

” -_-” “

 

sungguh pembicaraan maha penting di dini hari menjelang tidur

hujan

Seharian ini saya dimanjakan dengan milyaran titik – titik air yang dijatuhkan dari langit.

“Hujan itu anugrah, Dek. Kamu harus senang saat ia datang. Sambut dengan senyum lebar dan mata berbinar”,

begitu Ibu sering bilang di sela rengekan saya yang ingin mandi hujan, di masa kecil saya.

.

Bunyi hujan itu seperti sihir.

Mampu membuat saya teringat pada hal – hal yang jauh sekali tertimbun dibelakang kepala, tanpa perlu bersusah payah. Kenangan yang ingin saya lupakan. Yang saya simpan rapat-rapat dalam kotak bergembok, yang kuncinya bahkan lupa saya letakkan di mana. Akan keputusan – keputusan yang saya ambil. Kesempatan yang (mungkin) saya lewatkan. Juga belokan jalan yang tidak saya pilih.

.

Aroma hujan itu seperti harum rambut Ibu sesudah keramas. Yang seringkali saya ciumi saat berada di dekatnya. Membuat saya tenang. Membuat saya ingin pulang.

Hujan membuat saya teringat Ibu.

Teringat Ayah,

Teringat kakak serta para keponakan.

Saya rindu rumah.

.

dan saya ingin kembali berumur 7 tahun. Saat dimana saya bisa bermain bebas dibawah hujan hanya dengan kaos dalam dan celana pendek, tanpa ada kekhawatiran atau rasa malu.

dan di sela rengekan saya, Ibu akan berkata

“Hujan itu anugrah, Dek. Kamu harus senang saat ia datang. Sambut dengan senyum lebar dan mata berbinar”,

.

.

Kemudian (tentu saja) kamu hadir di kepala,

“Hujan itu romantis, Yosi”, bisikmu di saat kita kehujanan di tepi jalan Dago empat tahun silam. Kita tertawa saat itu.

.

dan dari dormitory lantai 7, hanya langit abu-abu ini yang terlihat sepanjang hari.


.

.

bau hujan, rintik air di kaca jendela serta kamu di seberang sana

=)

.

On a perfect day
I know that I can count on you
When that’s not possible
Tell me, can you weather the storm
Cause I need somebody who will stand by me
Through the good times and bad times
She will always, always be right there

Sunny days, everybody loves them
Tell me
Can you stand the rain
Storms will come
This we know for sure
Can you stand the rain

(Boyz 2 men – can u stand the rain?)

1.58 am

Dan saya merasa begitu lapar di dini hari seperti ini. Dengan kondisi sudah gosok gigi,  biasanya saya tidak mau memasukkan apa-apa ke dalam perut kecuali air putih.

Tapi malam ini berbeda, selain cacing-cacing saya yang sudah berteriak dan mengamuk, saya sedang benar-benar ingin minum sesuatu yang manis, panas dan berpotensi membuat gemuk.

.

Lalu seperti biasa,

mengambil mug kesayangan,

lima belas langkah menuju dispenser,

mengisi air panas tiga perempat

(sambil bersenandung kecil)

kemudian milo 3 sendok penuh,

oatmeal? ah, 2 sendok saja sudah cukup.

bubuk-bubuk milo yang perlahan melarut,

serta oatmeal yang mulai melembut.

dan uap tipis bersama wangi milo mulai tercium,

menggoda untuk segera diminum.

.

.

lalu ada kamu di seberang sana,

bercerita.

.

.

Terimakasih ya Tuhan, untuk satu lagi hari bahagia yang berlalu.


waiting for an angel

satu (lagi) lagu yang melelehkan hati.

.

.

Waiting on an angel
One to carry me home
Hope you come to see me soon
Cause I don’ t want to go alone
I don’ t want to go alone

Now angel won’ t you come by me
Angel hear my plea
Take my hand lift me up
So that I can fly with thee
So that I can fly with thee

And I’m waiting on an angel
And I know it won’ t be long
To find myself a resting place
In my angel’s arms
In my angel’s arms

So speak kind to a stranger
Cause you’ll never know
It just might be an angel come
Knockin’ at your door
Knockin’ at your door

And I’m waiting on an angel
And I know it won’t be long
To find myself a resting place
In my angel’s arms
In my angel’s arms

Waiting on an angel
One to carry me home
Hope you come and see me soon
Cause I don’ t want to go alone
I don’t want to go alone

Don’ t want to go
I don’t want to go alone

.