Magical Turkey (1) : Bursa

Summer, 2010

Dalam traveling, hal-hal yang tidak direncanakan terkadang menjadi sesuatu yang teramat istimewa. Tadinya tidak ada niatan saya dan Nasti sama sekali untuk mampir di Bursa, kota yang sangat terkenal dengan Iskender Kebap nya ini.

Namun, ketika hendak meninggalkan Ankara menuju Istanbul, di terminal bus, saya melihat jurusan Ankara – Bursa, dan setelah melihat peta dan mengetahui bahwa dari Bursa hanya sekitar 2 – 3 jam lagi menuju Istanbul, kami pun tanpa ragu menyempatkan diri tersesat di Bursa walau hanya 6 jam saja. Bursa, atau yang berarti God’s Gift pada periode Ottoman, terletak pada Turki bagian Asia.

Dan itu mungkin merupakan salah satu keputusan terbaik yang pernah saya buat.

Sesampainya di Bursa dari Ankara, saya menitipkan barang bawaan ke loker yang ada di terminal bus. Saya lupa berapa biaya penitipan, namun seingat saya tidak lebih dari 10 TL.

Outside the terminal

Untuk menuju pusat kota, terdapat minibus di luar terminal, cukup dengan membayar kira-kira 2 TL (kalau saya tidak salah ingat).  Perjalanan ke pusat kota kurang lebih 30 menit.

.

Covered Market, Bursa

Bursa terkenal dengan covered market, bangunan-bangunan tua dan masjid-masjid yang luar biasa indah. Walau tidak serumit dan seluas grand bazaar di Istanbul, Covered Market Bursa mampu membuat saya berdecak kagum. Dan yang paling membuat saya excited adalah toko benang yang saya temukan secara tidak sengaja. Benang-benang rajut ini dijual mulai dari 1 TL, yang mana kalau di Indonesia harganya bisa mencapai 30 ribu.  Kalau saja saya tidak ingat bahwa kapasitas bagasi terbatas, bisa-bisa isinya  hanya benang rajut. haha

.

heaven

.

covered market, bursa

.

the very famous iskander kebap

Dan ini mungkin kebap paling enak yang pernah saya makan seumur hidup saya. Dagingnya empuk dan bumbunya benar-benar meresap. dimakan bersama tomat dan semacam yogurt asam yang segar. mouthgasm! oh not forget to mention yang jual luar biasa tampan!

.

si tukang semir cilik

si tukang semir cilik yang saya temui di sudut pasar dengan senyumnya yang malu-malu ketika tahu saya mengarahkan kamera padanya.

.

Seingat saya, ada 2 mesjid yang saya datangi waktu itu, dan keduanya memiliki ornamen dan detail yang sungguh luar biasa cantiknya.

.

.

.

.

.

Sungguh 6 jam berlalu tanpa terasa di Bursa, saatnya kembali ke Istanbul.

off to Istanbul

to be continued

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s