perempuan senja

Saya ini termasuk perempuan yang mudah bahagia dengan hal-hal remeh temeh. Mudah sedih juga dengan hal-hal kecil tidak penting. I blame my female hormone for that, haha.

Seperti juga kebanyakan orang-orang lain di sudut dunia, saya menyukai senja, teramat sangat. Saya bisa tiba-tiba berkaca-kaca hanya dengan melihat langit kemerahan kemudian matahari pelan-pelan ditelan malam atau tersenyum-senyum seperti orang yang dimabuk cinta.

Kemarin sore, setelah seminggu yang lalu cuaca tidak menentu (seharusnya sudah masuk spring, tapi masih saja ada kiriman angin dingin entah itu dari Mainland China atau Jepang) akhirnya matahari kembali bersinar ceria dari pagi. Sesaat sebelum pergi hang out dengan teman-teman lab, saya terpana melihat sinar keemasan yang memantul di dinding gedung-gedung di Kuang Fu kampus, yang biasa saya intip dari jendela lab saya di lantai 4.

.

.

.

ketika melihat foto yang terakhir ini, teman lab saya, Kent, bilang bahwa “This looks like somewhere in foreign country, not in Tainan”

saya hanya tertawa mendengarnya sambil mengajak dia ikut mengintip matahari yang perlahan-lahan ditelan malam.

.

  When I am miles away, will you still check on me? 
Tell me things will be alright. Just tell me we will be together someday.
iIts the endless dreams I have. 
I’ll be your sunset if you’ll be my silhouette. If you’ll be my silhouette.
 A Rocket To The Moon- I’ll Be Your Sunset
.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s