tahi kucing (be)rasa coklat

ada kan ya lagunya, apa pepatah ya? yang bilang bahwa

saat jatuh cinta, tahi kucing saja berasa coklat

kasus saya ga seekstrim itu juga sih. tapi analoginya kurang lebih seperti itu. saat sedang di Kaohsiung dan ditolak berkali kali di tempat makan karena semua yang kami datangi mengandung babi, untung ada 7-11. vegetarian fried rice jadi pilihan. saat itu rasanya benar-benar nikmat luar biasa. ntah karena saya yang kelewat kelaparan. entah si prammuu mengeluarkan aura kenikmatan makanan.

lalu saat di kaohsiung (lagi), dan kepepet nyemil di family mart, dipilihlah liang mian atau cold noodle. dan entah bagaimana caranya saat itu liang miannya terasa begitu sempurna.

lalu tadi, saat makan di warung indo deket taipei main station. saya makan bakso, prammuu makan usus dan ampela. ih, nikmatnya ga ada dua. lalu saya bungkus usus dan ampelanya. sampai di dorm, perut krucukan, saya makan. tapi saya kecewa. ko rasanya biasa aja. hiks

begitu juga dengan vegetarian friend rice dan liang miannya. setiap saya beli dan dimakan sendiri, ko rasanya biasa sekali. -__-”

 

masa iya kehadiran si pacar membawa kenikmatan makanan? perlu studi lebih jauh sampai didapat kesimpulan memuaskan. jangan sampe si pacar kegeeran. huh


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s