extend: summer, mix hostel and fasting

salah satu hambatan tantangan terbesar untuk perempuan berkerudung seperti saya ketika traveling adalah perihal tidur menidur. saya bukan tipe wanita yang cerewet dalam hal memejamkan mata. saya memang agak sedikit insomnia, tapi jika sudah sangat mengantuk saya bisa tidur dimana saja.

nah, pengalaman saya traveling ke beberapa negara asia tenggara, kecuali singapura (kalo yang ini ga bisa dikategorikan asia. haha), harga untuk female dorm masih bisa dijangkau kantong mahasiswa seperti saya, dengan 5 usd saja sudah bisa tidur nyaman tanpa perlu khawatir akan kehadiran lelaki.

tapi tidak untuk negara-negara yurop, termasuk turki. saya harus mengeluarkan uang sekitar 10 – 12  euro untuk mix dorm dengan kapasitas 10 – 20 kasur. selama extend di istanbul, 3 hari saya memesan mix dorm dengan biaya 11 euro. dan selama 3 hari pula saya mengenakan pakaian perang ketika tidur, lengkap dengan kerudung. saat-saat mandi dan urusan perut menjadi momen paling ditunggu-tunggu. ah, satu lagi ketika shalat di mesjid.

penghuni dorm tersebar dari berbagai penjuru. semalam, kebanyakan penghuninya adalah lelaki. daaan, hampir semua hanya mengenakan celana pendek ketika tidur. heu. antara senang dan gimana melihat perut-perut sixpack dikanan kiri. ya tuhan, maafkan saya!

.

summer dan puasa. sungguh perpaduan yang amat menyengsarakan. matahari baru mau terbenam di pukul delapan lebih, yang artinya beduk magrib baru berkumandang, dan saya berpuasa sekitar 16 jam. kalau itu saja, insya allah masih bisa ditahan. yang benar-benar memmberatkan adalah temperatur dan kelembapan yang membuat keringat tidak berhenti mengalir. dengan suhu di siang hari mencapai 42an derajat dan kelembapan hampir 60% benar-benar menguji iman ketika puasa. apalagi ketika melihat suyu (air mineral) dan soft drink berembun. glek!

belum lagi kebanyakan orang-orang turki beragama ktp. 99% memang muslim, tapi tidak semua menjalankan rukun islam. maka tidak heran jika di siang hari restauran dan warung-warung tetap ramai pengunjung. such an ironi memang, di negara yang mayoritas muslim, justru kebebasan untuk mengenakan kerudung di beberapa universitas dilarang. saya sempat mengobrol dengan beberapa mahasiswi asal indonesia yang kuliah di sini, mereka terpaksa harus mengenakan wig selama di kampus. ya tuhan!

hari ini, saya berbuka bersama mas penjual t-shirt turki nan tampan dan baik hati bersama ibunya. saya dijamu dengan masakan khas turki dan puding coklat yang amat sungguh nikmat. nyam! jadi terharu, mereka sungguh luar biasa baik.

alhamdulillah, akhirnya cita-cita shalat berjamaah di blue mosque terkabul sudah, dan ditambah bonus shalat tarawih berjamaah. ada yang berbeda dengan shalat disini. tarawih 23 rakaat, ayat nya benar-benar ayat pendek. mungkin hanya 3-5 ayat saja. dan yang membuat saya sedikit heran, setelah surat alfatihah, tidak ada pembacaan amin oleh para jamaah. saya sedikit kecele tadi.

.

.

terimakasih untuk berjuta nikmat yang kau berikan ya tuhan.

there are still looot stories to share

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s