satu hari (saja) di Bangkok (part 3 : End)

Setelah mendatangi Grand Palace, yang katanya daerah wajib kunjung nomor satu, saya hanya punya sisa waktu beberapa jam untuk mengunjungi tempat-tempat lain. Karena saya tidak terlalu suka kawasan belanja (mall) dan memang tidak ada niatan untuk berburu oleh-oleh (hihi), jadilah perjalanan dilanjutkan ke kuil-kuil (lagi) di sekitar Khaosan Road.

Berkali-kali sopir tuk-tuk menawarkan jasa untuk mengantar ke daerah perbelanjaan. Saran saya, hati-hati, karena bisa saja dia ‘menjebak’ anda untuk berbelanja. Sopir tuk-tuk disini seperti tukang becak di malioboro, mereka sedikit ‘memaksa’ kita ke tempat-tempat belanja, dimana nanti harganya justru akan bertambah mahal, karena pemilik toko harus memberikan ‘tip’ kepada mereka.

Maka pemberhentian berikutnya adalah Big Buddha! Patungnya memang benar-benar besar. Berwarna kuning, tapi saya yakin tidak terbuat dari emas. Wkwkwk. Hari itu benar-benar amat luar biasa panasnya. Dan di kuil tersebut sedang diadakan semacam acara, yang saya tidak begitu jelas apa. Maklum, efek buru-buru jadi aja asa ga maksimal. (Pesan moral : lain kali, jangan cuma satu hari main-main di Bangkok)

.

Ini dia ‘acara’ yang saya bilang. Hari itu banyak para biksu-biksu berkeliaran (apa emang setiap hari ya? Ga tau juga. haha) dan para jamaah yang ingin berdoa. Ada semacam uang sesajen (mungkin) yang dipajang. Maksud hati ingin mengambil, kan lumayan nambahin uang jajan.

Tidak terlalu banyak yang bisa dilihat di sini. Satu-satunya yang menarik tampaknya ya ‘cuma’ si Big Buddha. Setelah puas jeprat-jepret dan loncat kesana kemari, saya pun meninggalkan tempat ini menuju pemberhentian selanjutnya.

.

setelah mengendarai tuk tuk kurang lebih 15 menit, sampailah di kuil errrr, dooh! saya lupa namanya. Maafkan! Kuil ini sedang di renovasi, dan sebenarnya biasa saja. Tidak ada yang terlalu spesial, selain ada segerombolan burung yang mendekat jika kita memberi remah-remah roti. Selebihnya? Nothing special.

ini dia segerombolan burung-burungnya.

.

Tujuan terakhir adalah Golden Mountain Temple. Kenapa disebut mountain, karena untuk sampai ke temple nya, kita harus mendaki gunung lewati lembah seratusan anak tangga.

Siang itu  sungguh amat sangat luar biasa panasnya. Untung saja langit birunya tampan. Ketika mendaki kira-kira setangah perjalanan, saya merasa seperti berada di film dragon ball, saat dimana si goku belajar jurus baru untuk mengalahkan musuh terberat abad ini yang akan menghancurkan dunia (padahal saya lupa siapa nama musuhnya. heu).

Kenapa saya jadi ngalor ngidul gini ya?

.

Tapi, pemandangan dari atas kuil lumayan bagus separuh kita bangkok terlihat dari atas. Walaupun ga ada yang ngalahin pemandangan bandung dilihat dari Cimenyan!

.

Lalu, tibalah detik-detik terakhir saya di Bangkok. Saya masih punya waktu setengah jam hingga bus yang mengatar ke Bandara berangkat.

.

Ah ya, taksi di Bangkok benar-benar eye catching. warnanya pink gonjreng. wkwkwk. Dijamin bikin silau mata di siang hari.

.

Cukup sekian dan terimakasih. Sayang sekali saya cuma sehari saja di sini. Sebenarnya masih banyaaaak sekali tempat-tempat menarik di Bangkok.

.

.

Yoosh, dan saya bersiap untuk petualangan berikutnya. Phuket! Yay.

.

.

Pesan moral:

Jangan cuma SATU hari di Bangkok, apalagi kalau diisi dengan beristirahat di penginapan karena kelelahan.

Berhati-hati pada supir tuk tuk, jangan tertipu bujuk rayu mereka, apalagi kalau mereka sampai bilang Golden Palace tutup dan mengajak ke tempat belanja.

Harus ke Khaosan Road, apalagi bagi saya yang obsesi berbackpack, walaupun sebenarnya tidak ada yang terlalu spesial di sana. But you can really feel the backpack atmosphere there.

Book hostel via internet, dijamin lebih muraahh.

Dari bandara Svarnabhumi, jangan naik taksi menuju kota, muahal gila. Naiklah bus yang berada di lantai bawah. Kalau mau lebih jelas, cari informasi di visitor centre.

Harus ke semacam Pasar malamnya bangkok, where you can find ANYTHING to eat. Mulai dari kecoa, ulet, jangkrik, kelelawar, semua!

Apa lagi ya?

Well, HAVE FUN!

Advertisements

3 thoughts on “satu hari (saja) di Bangkok (part 3 : End)

  1. ikut nambahin ahh..

    kalo makan hati-hati soalnya kebanyakan makanan yang disajikan itu tidak halal. Jangan lupa juga lihat tanda halal di bungkus disetiap jajanan yang di beli. Lihat dengan SEKSAMA.. Soalnya sering ketipu beli semacam pop mie di mini market ternyata mengandung babi.. huhuhuhuhu…

    mo ke Phukeett??
    klo menurut aku lebih mantab ke Phi Phi Island ajaaaa kaakk klo tujuannya buat refreshing… Di Phuket itu buat hura-hura soalnya night life-nya happening abess..

    • huaah.
      terimakasih dian.
      hehe.
      kemarin cuma sehari dsana, sungguh-sungguh tidak maksimal.

      dan betuul sekali,
      phuket itu heboh sekali dengan nightlife.
      tp kemarin aku nyari hostelnya di tempat yg sepi, itu juga by accident.
      wkwkwk.

      dan tentu saja harus ikut tur ke phi phi island dan sekitarnya.

  2. trik nya yos,,,kamu coba dekatin orang thai hahaha…siapa tahu dia bisa nyediakan akomodasi…hehehe (jd ga cuma 1 hari disina)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s