Burlian

.

.

“jalan ini tidak akan pernah berujung, Burlian-kun . . tidak pernah . . jalan-jalan ini akan terus mengalir melewati lembah-lembah basah, lereng-lereng gunung terjal, kota-kota ramai, desa-desa eksotis nan indah, tempat-tempat yang memberikan pengetahuan, tempat-tempat yang menjanjikan masa depan. . lantas jalan ini akan terusss . . terus menuju pelabuhan-pelabuhan, bandara-bandara . . dan dari sana kau bahkan bisa pergi lebih jauh lagi, menemukan sambungan jalan berikutnya . . mengelilingi dunia. . melihat seluruh dunia, masa depan anak-anak kampung, masa depan bangsa kalian. Masa depan kau yang penuh kesempatan, Burlian-kun”

(Nakamura-san, Burlian)

.

Penggalan kalimat di atas diambil dari buku Burlian yang ditulis oleh Tere-Liye. Saya sudah jatuh cinta dengan tulisan Tere-Liye sejak pertemuan pertama dengan novel Hafalan shalat Delisha yang saya beli hampir empat tahun silam.

Seperti semua novel-novelnya terdahulu, Burlian benar-benar mampu mengaduk-aduk emosi saya. Bagaimana pengalaman-pengalaman indah masa kecil di kampung dituliskan dengan sangat menarik. Saya benar-benar tidak bisa menahan jatuhnya air mata ketika membaca bagian  Ahmad si ringkih yang hitam, Jangan pernah berhenti percaya, Surat dari keiko dan Seberapa besar cinta mamak. 343 halaman saya habiskan dalam waktu sekitar 4 jam saja. Tidak bisa tidak untuk segera sampai di bagian akhir cerita.

Novel ini bercerita tentang sebuah keluarga yang hidup di kampung pedalaman sumatera. Perjuangan Burlian si anak mamak untuk terus bersekolah di tengah kondisi masyarakat kampung yang memandang tidak ada gunanya melanjutkan bangku sekolah ketika sudah bisa menulis dan membaca. Terlebih bagi anak laki-laki yang dipandang lebih berguna bila ia membantu pekerjaan di kebun.

Penggalan kalimat di atas adalah favorit saya. Suka sekali dengan cara Tere-Liye melihat makna dibalik jalan, yang akan terus menyambung mimpi-mimpi dan harapan-harapan. Dan memang seperti itulah isi novel ini. Penuh akan mimpi dan harapan. Untuk masa depan yang lebih baik.


Advertisements

3 thoughts on “Burlian

  1. iya bo..bagus tulisannya..aku mau beli juga ah “Burlian”nya..hehe
    kemaren aku baca yang Bidadari-bidadari surga..bagus juga.. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s