Tainan heritage tour

Libur tahun baru China ini benar-benar hari-hari paling malas sedunia.  Ditambah lagi suhu yang tiba-tiba turun menjelang hari H tahun baru. Yang sebelumnya matahari sudah tidak malu-malu lagi bersinar, tiba-tiba tertutup mendung seharian ditambah bonus gerimis dan angin dingin yang cukup membuat badan menggigil. Membuat nafsu makan meliar dan membuas. karenanyalah, daripada lemak-lemak semakin menumpuk di pinggang dan pipi, kami memutuskan untuk bersepeda (lagi)  mengelilingi kota. Setelah sehari sebelumnya sukses mengayuh sepeda ke pantai Anping, tema kali ini adalah Heritage Tour.

Tainan merupakan kota terbesar ke-4 dan merupakan ibukota Taiwan sebelum akhirnya dipindah ke Taipei. Dikenal sebagai historic city yang terkenal akan kuil dan historical relicsnya.

Berbekal buku Lonely Planet edisi Taiwan, tim ekspedisi (saya, mas tsul, nando, dek yani, ika dan widha) memulai perjalanan pukul setengah sembilan lebih setelah terlebih dahulu diawali dengan insiden kesiangan (-_-!, maapkan saya si keboo. huks).

kitab tidak suci sebagai pegangan!

.

Check point pertama adalah Small city God Temple. Sesuai namanya, Kuilnya cuma seumprit. Letaknya di pinggir jalan. Pas kita sampai di sana ada Ibu yang jagain, tapi dia cuma bengong liat kita yang malah sibuk poto-poto. Heu. Maafkan kami si anak nakal ya Bu!

Karena sekarang adalah taun baru, maka banyak dupa yang dibakar (eh, apa emang tiap hari ya? Ga tau juga. Ini mah sotoy) dan sesajen seperti buah-buahan dan makanan ringan. Tergoda sebenarnya. Ditambah lagi perut-perut kami yang keroncongan karena belum sarapan.

.

destination #1: Small city God Temple

.

Pohon di tepi jalan persis di seberang Kuil. Bunganya cantik sekali. Mengingatkan saya pada pohon yang ada di depan Comlabs dan sekitarnya. Well, Spring is really coming!

Bunga cantik di tepi jalan

.

Perjalanan dilanjutkan ke check point #2, yaitu Fahua Temple. Terletak di jalan Fahua nan sempit. Tadinya kami sempat tidak yakin, karena jalannya benar-benar kecil. Sudah ingin berbalik arah, sampai akhirnya saya menemukan kuil ini. Didepan kuil terdapat pohon beringin segede gaban yang membuat kuil terlihat teduh (seram lebih tepatnya. heu)

Di dalam kuil terdapat patung Budha guede dari kuningan, apa tembaga, atau malah emas?

destination #2: Fahua Temple

.

Destination #2: Fahua Temple

.

ah, dan tahun ini tahunnya macan kan ya?

the tiger

Begitu sampai di Fahua Temple, gerimis menyapa menambah dinginnya udara. Akhirnya diputuskan untuk berteduh sebentar sambil membuka perbekalan. Onigiri seharga 25NTnya 7-11 pun mulai dimakan. Hen hao chi!

.

baseball stadion

Ditengah perjalan, akhirnya saya menemukan stadion baseball! Nanti kalau new season sudah dimulai, harus menonton!

.

Akhirnya sampai juga di Five Cuncubine Temple. Halamannya luaaasss sekali dengan kuil utama yang hanya sepetak saja. Halamannya dipenuhi pohon dan bunga. Cantik!

Destination #3: Five Comcubine Temple

.

the entrance

.

tempat bakar-bakar

.

Restaurant dan gereja di depan South Gate. Kata Widha, di restaurant ini makanan disajikan ala Prancis, lengkap dengan pemain biolanya. 1300 NT saja per orang. (Saya siap jadi korbannya kok Wid. heu)

the curch and the restaurant

.

Tidak terlalu banyak yang bisa dilihat di Great south gate. Hanya berupa gate dengan 2 meriam kecil yang entah asli atau replika. Tapi pasar anggrek di sebelahnya benar-benar cantik. (Jadi teringat Ibu dengan anggrek kesukaannya)

destination #4: Great south gate

.

dan akhirnya tibalah kami di tujuan paling utama, The Confucius Temple. Merupakan salah satu kuil Confucius paling tua di Taiwan. Sebenarnya untuk masuk ke kompleks ini tidak dipungut biaya, namun untuk melihat bangunan dan semacam museum tempat peninggalan Confucius dan murid-muridnya, dipungut biaya 150 NT. Tapi, karena kita punya kartu sakti (KTM nya NCKU) kita masuk gratis tis. Yay!

 

Destination #5: Confucius Temple

.

Altar

.

nama orang-0rang besar di jamannya (meureun, heu)

.

the lamp

Hari itu ramai sekali di sana. Mungkin karena libur dan semua orang ingin berziarah. Halah.

.

Check point terakhir adalah National Taiwan Museum of Literature. Bangunannya sungguh cantik sekali. Dibangun pada awal abad ke 19 oleh arsitek Jepang.

destination#6: Literature museum

.

hugging?

.

the whole museum (maketnya)

.

inside the museum

.

sedinding buku

Ingin punya yang seperti ini! Sedinding penuh buku.

.

sedinding buku

.

inside the museum

Pada kunjungan kali ini, saya hanya sanggup menjelajah satu lantai. Lain kali saya akan kesini lagi. Tunggu saja.

.

fell the same way!

Hari semakin siang dan sudah saatnya pulang!

.

.

and this is the team!

the team pleus dek yani sebagai fotografer

.

dan ini rutenya

 

the path

.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s