“ada aku,”

untuk kamu,

si laki-laki nomor satu.

.

Ketika bahu ini lelah, aku hanya ingin bersandar.

Ketika kepala terasa berat dan semua impian terasa memudar,

aku hanya ingin,

kamu membelai rambutku sambil berkata

“Tidak apa-apa. Ada aku di sini menemani”

.

Aku tahu bahwa cita-cita dan mimpi kita tidaklah semudah menanak nasi atau merebus indomie.  Apalagi kamu, laki-laki paling sombong yang pernah aku temui. Yang mimpi dan cita-citanya setinggi awan. Aku paham benar bahwa jalan menuju mimpi dan cita-cita kita tidaklah  ditempuh kebanyakan orang. Jalannya sungguh terjal dan berkelok.  Jika lengah sedikit saja, kita bisa tergelincir lalu keluar haluan.

Untuk itu aku mohon, jika aku terlihat lelah,  putus asa lalu kemudian ingin berbalik arah, tolong tarik dan genggam tanganku sambil berkata.

“Tenang saja. Ada aku disini menemani”

.

.

Do not go where the path may lead,
go instead where there is no path and leave a trail.

(RE. Emerson)

(R.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s