Try?

Kemudian kamu bertanya ada perlu apa hingga aku menelponmu jam delapan malam itu.

“Aku ingin bertemu”

“Tidak bisa besok?”

Ah, suaramu ketus sekali Putri. Kamu masih marah atau malah sakit hati?

“Tidak bisa sekarang?”

Maaf, aku memang lancang, juga pura pura tuli untuk menangkap rasa enggan di suaramu.

“Jemput aku lima belas menit lagi”

“Lihat keluar jendela, aku bawa martabak asin kesukaan kita”

.

**

.

“Kamu apa kabar Putri?”

Kamu masih seperti terakhir saat kita terakhir bertemu. Dengan sweater merah kebesaranmu yang warnanya semakin pudar. Ah, tapi aku melihat ada sendu di matamu dan benarkah kamu terlihat semakin kecil?.  Akukah penyebab semua itu?

“Kamu kemana saja selama ini?”, tanyamu perlahan sambil memandangi langit.

“Ada, disini.”

Aku tidak kemana mana. Kamu juga. Kita tetap di sini.

“Kalau ada, kenapa tidak pernah memberi kabar. Nama kamu sudah tidak pernah muncul di layar hp ku enam bulan ini.  Sibuk sekali? Atau aku mulai terlupakan?”

Maaf jika selama ini aku tidak menghubungimu, bukan berarti aku lupa. Tapi saat itu aku merasa lebih baik kalau aku pergi dari hidupmu. Bukan. Aku bukan pengecut. Aku adalah laki laki pemberani, yang tidak mengenal kata menyerah. Kamu tahu itu lebih daripada yang lain.  Maka jika kamu merasa aku menghilang, sesungguhnya aku hanya menepi sebentar. aku hanya (sedikit) kelelahan. Mencari jawaban atas semua pertanyaan yang sering membuat dada ini sesak.

“Aku kangen kamu Putri”

“Kenapa sms dan telepon dari aku tidak pernah kamu balas? Kamu kenapa? Aku salah apa?”

“Kamu tidak salah. Aku yang keterlaluan. Aku lelah”

“Kenapa kamu tidak bercerita?”

Maaf jika aku hanya bisa meminta maaf.  aku belum bisa membagi semua ini. Bukan kamu tidak berarti. Aku ingin berhenti Putri. Berhenti bertanya tanya atas semua misteri hidup. Tentang bagaimana aku sepuluh tahun kedepan dan akan bersama siapa sisa hidup ini akan dihabiskanPertanyaan pertanyaan itu selalu muncul, sampai membuat dada ini penuh. Aku sedang mencoba berdamai dengan hatiku sendiri, sedang mencoba mengerti dan megikuti takdir hidupku.

“Kamu tahu gimana aku enam bulan terakhir ini? Mencari tahu kesalahan apa yang aku buat sampai kamu menghilang begitu saja.  Kamu mau aku gimana? Kita gimana? ”

Aku tahu. Tahu benar bagaimana rasanya. Betapa aku mencoba mati matian untuk menghilangkan kamu dari keseharianku. Aku merasa hampa saat itu. Kosong.

“Kamu sayang aku Putri?”

“Masih perlu aku jawab pertanyaan kamu itu? Setelah apa yang kita lalui lima tahun ini aku tidak bisa tidak sayang kamu. Ketika kamu memilih untuk pergi pun, rasa sayang ini masih disini. Aku sayang kamu. Terlalu. Kamu?”, isak kecil mulai terdengar dan air mata mulai menggenang di pelupuk matamu.

Tentu saja aku sayang kamu. Rasa sayang ini juga tidak pernah pergi. Bahkan setelah aku mencoba untuk berlari dan mengingkari.  Kamu itu terlalu berarti Putri. Hati ini sudah kamu curi. Terlalu banyak.

“Putri, boleh aku minta satu hal dari kamu?”

Lagi lagi aku (terlalu) egois. Setelah menghilang begitu saja, kini aku muncul di hadapan kamu tiba tiba. Aku sadar, bahwa mungkin yang aku minta saat ini keterlaluan. Tapi maukah kamu untuk (sedikit) bersabar? Bersama laki laki tidak tahu diri ini lebih lama lagi. Sampai kita menemukan semua jawaban yang kita cari. Aku tidak minta dikasihani, hati ini hanya ingin ditemani. Hanya oleh kamu.

Dan air mata itu akhirnya keluar juga.

“Kamu cuma boleh menangis kalau aku ada disebelah kamu. Ya? Biar ada yang menghapus air mata kamu dan melucu sesudahnya”

.

Putri,
Try to hold on
To this heart
A little bit closer
Try to hold on
To this love aloud
Try to hold on
For this heart
A little bit longer
Try to hold on
And we have survived
Try to hold on
And no one should deny

.



Advertisements

2 thoughts on “Try?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s