kapan nyusul?

baru saja pulang menghadiri undangan pernikahan seorang teman.
teman sma, dwina namanya.
tidak menyangka.
tapi kalo sudah jodoh, ya mau gimana.

bertemu banyak teman teman semasa sma tentu saja,
banyak yang sudah menikah tidak sedikit pula yang membawa anaknya serta.
lucu lucu, ada ada saja tingkah jagoan kecil mereka.
ikut tertawa melihatnya. bahagia.

tentu saja bahagia, melihat teman bahagia.
dengan kehidupan baru mereka,
suami dan anak-anaknya..
ahhh,

lalu tiba-tiba salah seorang teman berkata

‘kapan nyusul?’

hanya tertawa.

‘nanti lah, mau lanjut sekolah dulu, lagian belum puas menjelajahi dan belum menyelesaikan misi menyelamatkan dunia’

tertawa tawa.

dalam hati berkata,

hmm,apakah hidup ini adalah sebuah pertandingan atau perlombaan yang harus saling menyusul dan disusul?
belum punya pacar, ditanya kapan nyusul?
belum lulus kuliah, ditanya kapan nyusul?
belum menikah, ditanya kapan menyusul?
belum punya anak, ditanya kapan nyusul?
belum mati pun, apakah akan ditanya kapan menyusul?

kalo benar hidup ini adalah perlombaan, saya akan jadi urutan terakhir saja.
tidak perlu sibuk menyusul yang lainnya.
saya hanya ingin menikmati hidup ini yang hanya sekali, katanya..
bersama kamu, tentu saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s