.
ada kamu disetiap tetes hujan yang turun.
meresap ke dalam tanah.
menyisakan aroma memabukkan di udara,
.
pertemuan,
ialah rindu yang terbayar lunas.
.
.
ada yang merindukanmu
di antara tumpukan buku
juga deadline tugas di akhir minggu
ada yang merindukanmu
di sela gerimis tadi pagi
dan angin dingin menerpa perih
ada yang merindukanmu
di saat langit menjingga
kemudian rembulan perlahan menyapa
Sia sia sudah kuredam riuh rinduku padamu
sial
karena hidup adalah tentang bergerak ke depan.
maju.
bukan untuk selalu mengenang yang terlewatkan.
masa lalu.
bukan bearti tidak boleh berkangenkangen kenangan.
rindu.
.
.
.
.
maka jika sekarang aku mengadukaduk kenangan untuk berkangenkangenan,
itu sebagai bekal untuk bergerak maju
(sudah aku selipkan di dalam saku, dan aku simpan di dalam laptop. biar mudah dilihat sewaktuwaktu)
.
.
menyapa dunia seperti yang pernah aku ceritakan.
.
.
psttt,
jangan bilang ayahibu,
aku masih belum ingin pulang
.
.
langit paling biru nya belum bertemu,
juga senja merah dilangit paling barat,
dan aku belum melihat salju turun di lautan.
.
.
sebentar lagi..