Tag Archives: kamu

kencan impian

3 Oct

“Yosi, kamu boleh minta diajak kencan kemana saja, kecuali satu”,  katamu setelah kita resmi jadian 3 bulan.

“Kemana saja? Bahkan Afrika atau Rusia?”,  tanyaku setengah tidak percaya.

“Iya, kemana saja. Ke Alaska juga boleh jika kamu benar-benar ingin. Tapi kalau mau kesana, aku harus meminta putri bungsunya terlebih dahulu kepada ayahmu yang galak itu”,  jawabmu sambil menghindari cubitanku.

“Memang di mana kecuali satu itu?”,  aku bertanya sambil tetap berusaha mencubit perut kamu yang agak, ehem, buncit.

“D U F A N”,  balasmu cepat dan lantang.

Aku terdiam beberapa saat.

“Kamu kan tahu DUFAN itu termasuk ke dalam 5 tempat kencan impian aku! Jauh sebelum kita jadian, aku selalu cerita kalau nanti aku punya pacar, Dufan adalah tempat wajib untuk berkencan”,  protesku.

Kamu menunduk dan menghela nafas.

“Memang ada apa dengan Dufan sampai kamu tidak mau kita kencan di sana? Aku menuntut penjelasan sejelas jelasnya. Sekarang juga”,  tuntutku.

“Bukankah ada berjuta-juta tempat lain di wilayah Jabodetabek juga Bandung untuk kita datangi berdua? Taman mini misalnya, atau Kebun Raya Bogor. Atau Kwitang atau mungkin Tanjung Priok melihat kapal seperti yang Ayahmu sering lakukan ketika kamu masih ingusan dulu di pelabuhan Boom Baru Palembang?” ,  tanyamu balik.

“Ga! pokoknya, selain Planetarium dan Kebun Binatang, Dufan itu wajib!”, protesku tidak mau kalah, “Memangnya kenapa sih?  aku ingin naik bianglalanya bersama kamu”.

“Begini ya Yosi”,  jawabmu sambil menarik lenganku dan mengajakku duduk di sebelahmu,  ”Pertama, kamu kan tahu kita cuma bisa ke sana Sabtu, Minggu atau hari libur, dan kamu juga tahu bagaimana hebohnya Dufan di kala akhir pekan dan liburan. Kedua, tiketnya mahal, sayang rasanya kalau sudah membayar semahal itu tetapi kita hanya bisa naik 3 atau 4 wahana. Ketiga, aku yakin kamu sudah pernah ke sana bersama teman-teman mainmu dan aku jamin itu pasti lebih seru dibanding pergi ke sana bersamaku. Keempat, aku sebenarnya takut ketinggian dan 70% wahana di Dufan pasti ada unsur ketinggian.”

Aku diam, mencoba meredakan emosi karena kemungkinan 1 dari 5 kencan impian akan gagal.

“Kamu bisa mengerti dan memaklumi aku kan, Yosi?”, tanyamu sambil menatapku dengan pandangan yang tidak mungkin tidak membuatku luluh.

“Kamu curang”, jawabku perlahan.

.

.

.

dan akhirnya, kita kesana. naik bianglala. berdua.

=]

.

percaya

18 May

kepada senja,

izinkan aku bercerita,

bahwa cinta itu ada,

aku percaya..
.
.

untuk kamu, apa ini cinta yang kurasa di dada?

.

.

7 May

kamu hadir dalam senja
saat langit berwarna jingga
saat biru mulai terusir
ada senyum yang perlahan terukir

.

wish list: snow at beach

9 Apr

Sebagaimana kebanyakan orang-orang yang tinggal di negara tropis lainnya, saya ingin sekali melihat dan memegang salju. Lebih spesifik lagi melihat salju yang turun di tepi pantai.  Menikmati butiran-butiran putih yang turun kemudian ditelan dan tersapu ombak.

Semenjak bersekolah (lagi) di Taiwan -yang merupakan negara (agak) subtropis-  saya langsung menuju gunung He Huan di musin dingin pertama. Diketinggian kurang lebih 3,400 meter dpl dan dengan suhu hampir minus empat derajat, percayalah, ternyata salju itu tidak seunyu bayangan saya. Kamu akan excited di jam-jam pertama. Setelah itu? yang kamu rasakan adalah beku di jari-jari kaki dan tangan.

Oh mungkin juga karena saya hanya mengenakan converse ijo belel walau sudah dilapis 3 kaos kaki, atau karena tidak sanggup menyewa kamar hotel yang mahal, jadinya menginap di shared room yang tidak ada heaternya. Malam itu mungkin adalah salah satu malam terpanjang selama hidup saya.

Saya sukses terjaga sepanjang malam karena menggigil kedinginan. Baju 3 lapis plus jaket micilin super tebal, topi kupluk, sleeping bag dan selimut tidak mampu mengusir dingin yang menusuk tulang. Saat itu saya berpikir tidak akan kembali lagi ke sini musim dingin tahun depan.

 

 

Tapi, melihat salju yang turun di tepi pantainya masih menjadi top wish list saya. Well, semoga malaikat mencatat dan Tuhan segera mengabulkan. Amin.

Eh, tentu saja kesananya bersama kamu. =]

.

picture from here

 

 

ps. i love you

31 Mar

“I love you without knowing how, or when, or from where. I love you simply, without problems or pride.

I love you in this way because I do not know any other way of loving but this, in which there is no I or you, so intimate that your hand upon my chest is my hand, so intimate that when I fall asleep your eyes close.”

— Pablo Neruda (100 Love Sonnets: Cien sonetos de amor)

 

unyu manis

30 Mar

.

.

jadi ya, saya mengklaim bahwa (baju) saya manis sekali hari ini. pakai rok. baju perempuan ungu nan unyu. gelang ijo tersayang juga jam lady bug tercinta. eh tidak lupa syal pashmina warisan ibu.

sebenarnya ini baju rajut ungu biasa. lalu saya berinisiatif menggunakan belt hitam lebar. biar manis. =).

and yes, today was sweet.

 

itu saya bela belain foto di toilet lo. demi kamu. yang katanya penasaran. tapi sudah begitu tetap saja roknya tidak terlihat. kacanya kurang besar sepertinya. dan, (baju) saya manis kan?

 

lalu kamu bilang, nanti aku yang fotoin

 

it’s a date then!


 

kamu kembang api

12 Mar

di kencan kita yang ke sekian,

saat berjanji membawa pulang kembang api

biar bisa dilihat entah kapan

juga dipajang di dinding rumah nanti

katamu

.

dan kemudian

kita gagal

mungkin

ilmunya belum maksimal

lalu kita, mengomel

serta berjanji akan mencoba di lain waktu

.

.

baby, youre a fireworks

ini saya beri buat kamu beserta cara jitu anti gagal.

.

.

ah, sebenarnya saya tidak terlalu perduli dengan kembang apinya

rindu

12 Jan

ada yang merindukanmu

di antara tumpukan buku

juga deadline tugas di akhir minggu

 

ada yang merindukanmu

di sela gerimis tadi pagi

dan angin dingin menerpa perih

 

ada yang merindukanmu

di saat langit menjingga

kemudian rembulan perlahan menyapa

 

 

Sia sia sudah kuredam riuh rinduku padamu

sial

(kembali) bertemu

11 Jan

saya ingin kembali bercerita dengan mu

bercerita langsung. bukan lewat messenger atau video call.

[seperti yang biasa kita lakukan setahun setengah kebelakang]

 

saya ingin bertemu langsung dengan mu.

menikmati tatapan teduh matamu

tautan menenangkan jemarimu

juga usapan lembut di kepalaku

 

 

saya ingin kembali bercerita denganmu,

karena cuma kamu, yang bisa membuat jantungku berderu

 

 

seperti kemarin

28 Dec

saya terperanjat saat kamu bilang kita sudah berada di ujung desember.

kemana waktu lari bersembunyi?

seperti kemarin, saat kita  berjumpa enam tahun silam.

seperti kemarin, saat kita sering bercerita menghabiskan malam di ganesha.

seperti kemarin, saat kita berselisih tentang banyak hal.

seperti kemarin, saat melihat kamu bersamanya.

seperti kemarin, melihat kamu lulus lebih dulu, dengan nilai hampir sempurna.

seperti kemarin, saat kita mulai membagi mimpi lalu menyusunnya bersama.

seperti kemarin, saat kita mulai menyapa ibu kota pertama, kedua hingga keenam yang semoga akan menjadi berpuluh kemudian.

seperti kemarin, saat kita menghabiskan dua ribu sembilan.

seperti kemarin,

.

.

.


semoga tidak hanya kemarin, tapi juga hari ini, esok dan seterusnya.

terimakasih untuk setiap hari yang dilewati.

semoga semakin pandai bersyukur

untuk setiap nikmat yang diberi

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.