Sebagaimana kebanyakan orang-orang yang tinggal di negara tropis lainnya, saya ingin sekali melihat dan memegang salju. Lebih spesifik lagi melihat salju yang turun di tepi pantai. Menikmati butiran-butiran putih yang turun kemudian ditelan dan tersapu ombak.
Semenjak bersekolah (lagi) di Taiwan -yang merupakan negara (agak) subtropis- saya langsung menuju gunung He Huan di musin dingin pertama. Diketinggian kurang lebih 3,400 meter dpl dan dengan suhu hampir minus empat derajat, percayalah, ternyata salju itu tidak seunyu bayangan saya. Kamu akan excited di jam-jam pertama. Setelah itu? yang kamu rasakan adalah beku di jari-jari kaki dan tangan.
Oh mungkin juga karena saya hanya mengenakan converse ijo belel walau sudah dilapis 3 kaos kaki, atau karena tidak sanggup menyewa kamar hotel yang mahal, jadinya menginap di shared room yang tidak ada heaternya. Malam itu mungkin adalah salah satu malam terpanjang selama hidup saya.
Saya sukses terjaga sepanjang malam karena menggigil kedinginan. Baju 3 lapis plus jaket micilin super tebal, topi kupluk, sleeping bag dan selimut tidak mampu mengusir dingin yang menusuk tulang. Saat itu saya berpikir tidak akan kembali lagi ke sini musim dingin tahun depan.
Tapi, melihat salju yang turun di tepi pantainya masih menjadi top wish list saya. Well, semoga malaikat mencatat dan Tuhan segera mengabulkan. Amin.
Eh, tentu saja kesananya bersama kamu. =]
.
picture from here





