Jika kamu hanya punya waktu 24 jam di Bangkok dan sama sekali belum pernah mengunjungi kota ini, apa yang akan kamu lakukan?
Saran saya, jangan tidur. (ini seriues!)
.
.
Ketika akhirnya aplikasi beasiswa positif diterima di NCKU Taiwan, saya mulai mencari-cari tiket paling murah untuk kesana. Setelah cek sana – sini, didapat info untuk tiket one trip Jakarta-Taipei/Kaohsiung sekitar 350 USD. Bagi saya saat itu, angka tersebut terbilang mahal, sangat malah. Kemudian akhirnya saya memutuskan dengan nominal uang segitu, saya harus bisa mengunjungi paling tidak Malaysia dan Thailand, baru kemudian ke Taiwan.
Perburuan informasi pun dimulai. Sangat berterimakasih sekali atas jasa om google dan airasia serta lonelyplanet. Dari merekalah kemudian saya tahu bahwa Air Asia melayani penerbangan ke Taipei, tapi melalui Kuala Lumpur.
So, akhirnya setelah melakukan pertimbangan, konsultasi, penyelidikan dan berbagai usaha lainnya, saya memutuskan rute perjalanan saya adalah
Palembang-Kuala Lumpur-Taipei.
Untuk biaya penerbangan tersebut hanya 950 ribu rupiah saja. 250 rb untuk Palembang – Kuala Lumpur, lalu 700 ribu untuk Kuala Lumpur – Bangkok. Wew. Benar-benar harga yang fantastis.
Kemudian, saya mengajukan proposal kepada Ayah sang penyandang dana (huah, maafkan putri bungsumu ini yang masih saja merepotkan, Ayah). Saya bilang, bagaimana kalau saya tetap meminta nominal 350 USD sebagai harga tiket, tetapi saya menggunakan airasia dan akan berpetualang dulu di Malaysia dan Thailand.
Dan alhamdulillah beliau mengizinkan, bahkan si Ibu tercinta juga tidak melarang. (Terima kasih Ayah dan Ibu untuk pengertian kalian yang sedalam lautan)
Jadilah, rute saya rombak habis-habisan
Rute lama : Palembang – Kuala lumpur – Taipei
Rute baru : Palembang – Kuala lumpur – Bangkok – Phuket – Kuala lumpur – Taipei.
Agak njlimet memang, karena penerbangan ke Taipei saat itu hanya melalui Kuala Lumpur (tapi sekarang Air Asia sudah melayani penerbangan Taipei – Bangkok kok).
Dan total biaya transportasi dengan rute senjlimet itu ‘hanya’ sekitar 2juta lebih sedikit, yang jelas tidak lebih dari 2,5 juta. Jumlah yang membuat saya tidak bisa berhenti tersenyum. Berarti saya masih punya ‘sisa jatah’ 1,5 juta, yang bisa saya gunakan untuk biaya penginapan, makan dan biaya tak terduga lainnya.
Jadi begitulah, saya hanya punya waktu kurang lebih 24 jam di Bangkok untuk kemudian meneruskan perjalanan saya ke Phuket! (yap! that Phuket, tempat dimana si ganteng Leonardo Dicaprio syuting film The Beach!)
Sebagai informasi, penerbangan dari Kuala lumpur adalah sekitar pukul 11 siang, dimana saya hampir saja terlambat karena bangun kesiangan (heu) dan sampai di Bangkok pukul 12. Dan penerbangan saya ke Phuket pukul 3 sore keesokan harinya.
.

Bangkoknya di bawah
Saya yang sudah tidak sabar mendarat di Bangkok! Mencoba mengintip dan mengabadikannya dari ketinggian.
.

disambut mendung
Semacam tugu selamat datang, yang dekat sekali dengan Khaosan Road, tempat dimana saya menginap.
.

the famous Khaosan road
Konon katanya, Khaosan Road adalah pusatnya para backpacker di Bangkok. So, here i am, do not want to miss the feeling of the backpacker atmosphere in Khaosan road. Dan memang benar adanya, segala rupa manusia dari belahan dunia bisa kita sapa disini. Mulai dari yang bawa koper sampai ransel segede gaban. Yang membuat saya terkesan adalah banyak pasangan muda yang membawa anak mereka ikut merasakan serunya ber backpacker. Mengenalkan sedini mungkin spirit dari travelling mungkin. (Ah, semoga nanti setelah berkeluarga saya bisa mengenalkan spirit of travelling kepada anak-anak. Semoga jodoh saya seorang laki laki yang mimpinya setinggi awan dan hatinya seluas lautan yaTuhan. Dan semoga dia juga menyukai petualangan serta tantangan, dan juga pandai merayu dikala saya sedang pundungan. Amiin).
Ah, yang membuat saya syok setengah mati adalah ketika saya melihat dua laki laki tampan nan gagah seperti Vin diesel, menggendong tas carrier dan sungguh terlihat sangat macho. saya sudah senyum senyum sendiri melihat rezeki melimpah di depan mata. Tapi kemudian saya menyadari bahwa mereka bergandengan tangan. dan 2 menit kemudian, they are kissing each other, like nothing else matter in this world. Wew. What a waste. Laki-laki seganteng mereka. Apa stok wanita di negara mereka sudah begitu sedikit?
.

Ratchaworawiharin temple
Dan ini foto temple di dekat Khaosan Road yang saya kunjungi.
.
.
(to be continued)
.
Like this:
Be the first to like this post.