Archive | labile blabber RSS feed for this section

ramadhan mubarak!

2 Aug

Ini puasa tahun ketujuh  yang saya habiskan jauh dari rumah. Dua tahun terakhir malah saya habiskan dengan atmosfer tidak seperti bulan puasa. Muslim adalah minoritas di sini (Taiwan). Tidak seperti Taipei atau Kaohsiung, dimana masjid bisa dengan cukup mudah dijangkau, di Tainan, untuk mencapai masjid, saya harus bersepeda kurang lebih 45 menit dan melewati jalan berliku yang sampai sekarang masih tidak bisa saya ingat. I’m so so bad at direction and map.

Tahun lalu saya berkesempatan merasakan suasana puasa di Turki. Well, walaupun Turki adalah negara sekuler, namun hampir 99% penduduknya adalah muslim, walau tidak semuanya menjalankan puasa. Tapi atmosfer bulan ramadhan berhamburan di udara dan bisa dengan mudah saya hirup.

Yang teramat saya rindukan, selain keberadaan keluarga, adalah makanan pusaka yang selalu dimasak ibu di hari pertama puasa.

Sayur asem, empal daging, sambal terasi. (dengan mengingatnya saja ini mulut sudah berair. sluurp)

Sedang sahur pertama saya tadi malam diisi dengan mie instan. *sedih.

 

Well, mau bagaimana juga bulan ramadhan sudah datang! Selamat berpuasa! Semoga satu bulan ini penuh dengan berkah dan tidak kita lewatkan begitu saja. Amiinnn

berpindah

17 Jul

The worst part of being far away is you’ll start to miss moments with your friends and your family.

Saya tahu setiap manusia pasti ingin bergerak maju selama hidupnya. Jalan ditempat tentulah bukan pilihan bagi siapapun, termasuk saya.

Saya ingat begitu lulus SMA saya ingin sekali kuliah di pulau Jawa, ITB tepatnya dan alhamdulillah keinginan itu dikabulkan Tuhan. Jadilah saya jauh dari rumah sejak tahun 2004. Pulang ke rumah paling banyak 2 kali dalam satu tahun, lebaran dan libur semester genap.

Ada begitu banyak momen yang terlewatkan semasa saya jauh. Kelahiran keponakan, pernikahan teman-teman SMA, ulang tahun ayah-ibu-kakak-mbak, dan banyak lagi.

Sedih tentu saja. Bagaimana komunikasi dengan sahabat-sahabat tersayang di kala SMA mulai berkurang lalu satu persatu terlupakan perlahan-lahan.

Saya ingat setiap kali saya pulang ke rumah selalu ada perasaan sedih karena tertinggal begitu banyak momen. Semacam perasaan kosong muncul di hati.

Time and distance can kill your relationship, no matter how hard you try.

Kemudian hubungan-hubungan baru akan terbentuk. Menemukan teman baru, kekasih baru, tempat favorit baru, dan berbagai hal baru lainnya. Di saat yang baru-baru ini mulai nyaman dan mengakar di hati, lagi-lagi saya harus berpindah. Saya memilih meneruskan studi saya di Taiwan.

Saya tahu akan ada lebih banyak lagi momen-momen yang saya lewatkan dengan keputusan ini. Lebih banyak lagi pernikahan sahabat yang terlewatkan, ulang tahun keponakan bahkan lebaran.

 

 

Saya  pikir saya sudah terbiasa akan kehilangan momen-momen ini, dan ternyata saya salah.

 

you are the problems

12 Jun

Dear It’s-not-my-mistake-people,

If you have problems with 2 or 3 people, (you can say) they might be the problems. But when you have problems with (almost) every people, well, it’s time for you to see and realize yourself as the problems.

Sincerely, Do I need to buy you mirror?

.

miserable

7 Jun

Dear Friend(s),

If your life is miserable, please don’t drag other people into it.

Sincerely, get a life please.

.

second chance?

22 May

You said you deserve a second chance, eh?

Well, some people might won’t give it. So, don’t screw other people’s trust.

.

- me. random.

.

(ur) eyelashes

20 May

Mau pake maskara merk apapun, dijepit berapa lama pun, bulu mata saya tidak akan lebih tebal dan lentik daripada bulu mata prammu. dan dia sadar benar akan hal ini dan seringkali mengolok-olok jika tahu saya memakai maskara. huh. semacam pacar yang sombong. dan semacam kenyataan pahit lagi menyedihkan. 

yah, semoga saja itu bulu mata turun hingga ke tujuh turunan. amin.

.

pulang – andien

16 May

.

.

hari ini sayang aku akan pulang
berlabuh di dekap cintamu
karna pelukmu akan selalu
membuat diriku jatuh cinta

dalam riuh suasana menyapa
kian menggoda memanja
semua itu tak akan berarti
selama ku jauh dari dirimu

.

di mimpimu

20 Apr

hei kamu yang sudah tidur lebih dahulu. have a nice dream. semoga kita bertemu. di mimpimu. 

menyamenye

16 Apr

When you talk to your lover, sometimes many times, you change the way you talk. It just naturally happens. Or when you act like a 5 years old spoiled little girl who wants  lot of attentions.

I called it menyamenye

As I remember, I have many times doing this menyamenye with Prammuu. Especially when missing-you-so-much time just suddenly hit me. oh i hate my labile female hormone for that.

Being in a long distance relationship is painful most of the times. The feeling of wanting normal date like normal couples do, holding hands, watching movie, go to interesting places, hunting photos, toyor-toyor, bully-bully, usap-usap kepala, tepok-tepok jidat  bahu, etc, etc often come when weekend approaching. -__-”

.

On the mellow bin geje times like this, I really wish doraemon’s an everywhere door is available at nearest 7-11.

.

yahoo messenger, 10 pm.

saya : car, pengen pacaran atuhlah

kamu : lah ini bukannya sedang?

saya : -___-”

.

untuk anda, Kecengan

24 Mar

Saya rasa semua orang pasti pernah punya kecengan dalam hidupnya. Tersirat maupun tersurat. Diumbar ataupun dipendam dalam-dalam.

Kecengan paling berbekas di hati, saya temukan ketika saya berkuliah di ITB. Senior, pengkader, idealis.

Bukannya saya langsung suka begitu saja (walau saya memang sedikit mudah jatuh suka). Ada begitu banyak hal tentang dirinya yang membuat saya terpesona.

Pemilihan kata-katanya. Nada suaranya yang menyenangkan dan menenangkan. Ide-ide brilian yang berhamburan keluar dari kepalanya. Senyumnya yang (selalu) membuat saya berdebar-debar dan tersipu, ditambah lagi kemampuan bermusik yang membuat dia terlihat sempurna. Setidaknya di mata saya.

Lalu pernah bilang tentang suka?

Tidak.

Sukanya cukup saya pendam dalam-dalam. Sukanya saya egois. Tidak saya bagi kepada siapapun. Cukuplah buat saya sendiri saja.

.

Beberapa waktu yang lalu saya mendengar bahwa dia akan menikah. Setelah mencari tau siapa calon istrinya (terimakasih sekali kepada om gugel) entah kenapa saya ikut merasa bahagia. Bukannya patah hati. Haha. Saya merasa bahwa tidak ada perempuan lain di dunia ini yang pantas menemani dirinya. Jika ada pepatah tentang soulmate, ya mereka ini. They are made for each other.

Buat anda, Kecengan. Terimakasih sudah membuat ospek saya menjadi tidak membosankan. Terimakasih sudah membuat hari hari di himpunan saya begitu menyenangkan. Semoga berbahagia sampai tua renta, bersama yang tercinta.

 

 

Taiwan,

suatu waktu di 2010


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.