Ini puasa tahun ketujuh yang saya habiskan jauh dari rumah. Dua tahun terakhir malah saya habiskan dengan atmosfer tidak seperti bulan puasa. Muslim adalah minoritas di sini (Taiwan). Tidak seperti Taipei atau Kaohsiung, dimana masjid bisa dengan cukup mudah dijangkau, di Tainan, untuk mencapai masjid, saya harus bersepeda kurang lebih 45 menit dan melewati jalan berliku yang sampai sekarang masih tidak bisa saya ingat. I’m so so bad at direction and map.
Tahun lalu saya berkesempatan merasakan suasana puasa di Turki. Well, walaupun Turki adalah negara sekuler, namun hampir 99% penduduknya adalah muslim, walau tidak semuanya menjalankan puasa. Tapi atmosfer bulan ramadhan berhamburan di udara dan bisa dengan mudah saya hirup.
Yang teramat saya rindukan, selain keberadaan keluarga, adalah makanan pusaka yang selalu dimasak ibu di hari pertama puasa.
Sayur asem, empal daging, sambal terasi. (dengan mengingatnya saja ini mulut sudah berair. sluurp)
Sedang sahur pertama saya tadi malam diisi dengan mie instan. *sedih.
Well, mau bagaimana juga bulan ramadhan sudah datang! Selamat berpuasa! Semoga satu bulan ini penuh dengan berkah dan tidak kita lewatkan begitu saja. Amiinnn




