Saya baru saja pulang dari menonton X-Men First Class. Dan saya amat sungguh tidak menyesal meluangkan waktu ditengah deadline thesis yang semakin mendekat.
Saya memang penggemar film, dan beranggapan bahwa film-film seperti ini wajib hukumnya ditonton di bioskop. (Kenapa malah curcol?)
Okeh, kembali ke film, X-Men First Class bercerita tentang masa muda Prof X dan Magneto yang nama masa kecilnya adalah Charles dan Erik, dan bagaimana komunitas mutant pertama dibentuk.
Dari film ini saya mengerti bagaimana karakter Magneto, yang dingin dan agak kejam, terbentuk di film-film sebelumnya. Juga Prof. X yang baik hati. Ada beberapa karakter yang sudah muncul di film2 sebelumnya, seperti Mystique dan Beast, juga cameo Wolverine (saya dan teman-teman sempat bercanda kenapa Wolverine cuma muncul seupil di sini, budgetnya ga cukup kalau harus mengikutsertakan dia. haha). Dan banyak juga karakter-karakter baru, setidaknya ada 6.
Dan masih ingat di film X-Men 3, saat Prof. X terbunuh dan Magneto terlihat sedih? Well, pertanyaan itu akan terjawab disini.
Dan nilai plus dari film ini menurut saya:
- Chemistry antara Prof.X dan Magneto “dapet” banget. Konflik dan joke diantara keduanya menurut saya pas sekali, terasa real dan alami.
- Efek film, yang menurut saya pas. tidak se wah Transformer memang, tapi pas. Walau ada beberapa kejanggalan. Well, saya juga tidak menyadarinya sampai saya membaca hal tersebut di IMDB.
- Pemain laki-lakinya tampan nan mempesona. Ya gimana ya, saya kan perempuan normal. heu. Yang paling saya suka adalah pemeran Magneto (Michael Fassbender) dan Riptide (Álex González), juga Prof. X (James McAvoy) nya terlihat cute sekali dengan accent british yang seksi
Kesimpulannya adalah, film ini wajib kudu harus ditonton. apalagi jika sealiran dengan saya. =]. buat teman-teman di Indonesia, sabar ya. Semoga film-film hollywood akan segera beredar lagi di tanah air.
You want society to accept you, when you can’t even accept yourselves?
- Erik Lehnsherr aka Magneto
.
rating: 8.5/10 dari saya. 8.2/10 dari IMDB.
.








