I always have a thing for the zoo.
Entahlah, ada sesuatu tentang kebun binatang yang menarik perhatian saya. Ketika dulu berkuliah di ITB, di seberang jalan adalah kebun binatang Bandung. Ramai luar biasa di saat akhir pekan, terutama hari libur nasional. Selama 4.5 tahun berkuliah, tiga kali saya main ke sana. Kali pertama adalah untuk survey tugas, kali kedua dan ketiga murni karena saya ingin. But i don’t wanna talk about kebun binatang Bandung now anyway.
…
Saya menginjakkan kaki di Ragunan 2 tahun silam, sekitar bulan Juli. Hal ini dengan jelas saya ingat karena saat itu saya sedang mengurus visa untuk ke Taiwan. Total 2 minggu luntang-lantung di Jakarta disela-sela pengurusan visa, akhirnya saya memutuskan ke ragunan, sendirian, dan bukan weekend. Agak-agak sedih sebenarnya, karena kebun binatang adalah salah satu tempat yang saya yakini untuk tidak dinikmati seorang diri. Heu
Menuju Ragunan ini juga mudah, tinggal naik Transjakarta sampai pemberhentian terakhir. Tiket masuknya pun murah, seingat saya dibawah 10ribu, dan yang paling saya suka adalah kita bisa menyewa sepeda di sini. Tidak perlu kaki bengkak untuk menjelajahi semua sudut. =p
Kondisinya sih cukup lumayan untuk ukuran kebun binatang Indonesia, but i believe we can do more than this.
…
Entah kenapa ekspresi gajah ini terlihat sedih di mata saya. huks

.
Belum bisa ke Lombok buat liat Komodo langsung, liat di Ragunan dulu buat survey juga lumayan. Haha

.
Ini dia sepeda yang saya sewa. Lupa berapa harganya, tapi sekitar 10 – 20 ribu perjam kalau tidak salah. Lumayan sekali untuk goes-goes muter Ragunan.

.
Agak di depan, ada kolam super gede dengan banyak sekali binatang ini. Ini bangau kan ya?

.
Ini juga entah kenapa ekspresinya terlihat sedih. =((

.
.
I really love zoo. Jika kelak nanti saya punya anak-anak, niscaya saya akan lebih sering membawa mereka ke sini ketimbang mall atau dufan.
Like this:
Be the first to like this post.